Pelajar SMP di Batang Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Pelajar SMP di Batang Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 28 Jul 2026 19:29 WIB
Ilustrasi ambulans di jalan raya
Ilustrasi ambulans di jalan raya Foto: Getty Images/ananaline
Batang -

Seorang pelajar SMP berusia 12 tahun ditemukan tewas setelah tenggelam di aliran Sungai Lojahan, Desa Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa siang (28/7).

Korban diketahui bernama Bayu Surya, pelajar kelas VII SMP Negeri 3 Bandar. Korban merupakan warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Kapolresta Batang, AKBP Veronica, menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban bersama delapan orang temannya mandi di aliran Sungai Lojahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan keterangan saksi dan teman-temannya, korban kemudian melompat dari atas batu ke sungai. Namun, setelah masuk ke dalam air, korban tidak kembali muncul ke permukaan," ungkapnya kepada wartawan Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban berupaya mencari bantuan kepada warga sekitar. Informasi mengenai kejadian itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

"Sekitar 10 menit kemudian, korban berhasil ditemukan dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas Bandar I. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia," tambah Veronica.

Dari keterangan teman-temannya, korban diduga sempat membentur batu yang berada di dasar sungai saat melompat ke air.

Dari hasil pemeriksaan medis oleh tim Puskesmas Bandar I yang dipimpin Kepala Puskesmas Bandar I, dr M Dody Rusdi, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, terdapat luka lecet di bawah hidung dan ditemukan buih keluar dari mulut korban.

Pihak kepolisian selanjutnya menyerahkan jenazah kepada keluarga. Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

"Keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan juga menyatakan tidak akan menuntut proses hukum terhadap pihak mana pun serta menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah," katanya

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain atau beraktivitas di sungai. Kondisi aliran sungai yang memiliki kedalaman dan bebatuan dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak yang tidak mengetahui kondisi dasar sungai.



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads