Kawanan Monyet Kembali Teror Permukiman Sukorejo Semarang

Kawanan Monyet Kembali Teror Permukiman Sukorejo Semarang

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Selasa, 28 Jul 2026 12:41 WIB
Pos ronda RT 3/RW 7 di Sukorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, tempat biasa monyet datang, Senin (27/4/2026).
Pos ronda RT 3/RW 7 di Sukorejo, Ngaliyan, Kota Semarang, tempat biasa monyet datang, Senin (27/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Kawanan monyet kembali mendatangi perkampungan warga di RT 3/RW 7 Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Disebutkan gerombolan monyet tersebut sempat masuk ke rumah warga.

Ketua RT 3/RW 7 Kampung Kalialang Baru, Kunjaeri, menerangkan terdapat sekitar ratusan ekor monyet yang merupakan satu rombongan datang ke wilayahnya pada tiga hari lalu atau Minggu (26/7) siang.

"Jadi, monyet itu datang tiba-tiba. Ada mungkin ratusan," kata Kunjaeri saat dihubungi detikJateng, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Kampung Kalialang Baru sempat didatangi gerombolan monyet pada April 2026 lalu. Kunjaeri mengatakan, hewan primata itu kembali datang kemungkinan karena mulai berlangsung kemarau.

ADVERTISEMENT

"Itu satu minggu (setelah kedatangan detikJateng ke lokasi pada 27 April lalu) datang lagi di belakang pekarangan. Tapi terus lama hilang karena waktu itu hujan terus. Ini mungkin sudah musim panas lagi, datang lagi," bebernya.

Dia juga menduga gerombolan monyet tersebut kembali menyerbu kampungnya lantaran kelaparan. Terlebih, hewan-hewan itu sempat masuk ke rumah warga dan ke pos ronda.

"Biasanya siang panas-panas itu jam 11.00-13.00 WIB gitu. Kalau dia haus sama lapar itu biasanya ke situ, ke pos, ke rumah warga," jelasnya.

Dia belum paham apakah monyet-monyet tersebut sempat mengambil makanan di rumah warga. Warga pun sempat mengejar gerombolan monyet yang menyerbu pos ronda dan rumah. Satwa tersebut lantas lari ke atap rumah dan kabur.

"Di pos atau rumah warga dikejar, lari. Lari lagi ke pos, terus naik ke atas," tuturnya.

Dia mengatakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) sempat memasang perangkap berupa kandang berisi makanan di kampungnya pada sekitar 2 bulan lalu. Sebab tidak ada monyet yang datang sekitar dua pekan, perangkap itu diambil kembali.

"Kemarin sempat didatangi dari BKSDA, dikasih kandang juga. Setelah datang kandangnya monyetnya nggak datang. Kandangnya diambil lagi setelah dua minggu monyetnya nggak datang," ujar Kunjaeri.

Diberitakan sebelumnya, Kunjaeri menyebut, satu kelompok monyet bisa beranggotakan 50 hingga 100 ekor. Kawanan hewan itu juga sempat mengacak-acak tempat sampah milik warga.

"Kadang ada di atap genting. Nah, itu terkadang cari-cari makanan. Kadang itu ngorak-ngarik sampa. Itu yang menjadi risiko gangguan sebetulnya," ungkap Kunjaeri saat ditemui detikJateng di rumahnya, Senin (27/4/2026).

Akibat adanya gangguan satwa tersebut, BKSDA Jateng memutuskan untuk memasang perangkap sebagai penanganan jangka pendek.

"Untuk jangka pendek ini kita datang itu sosialisasi juga, kita mengedukasi juga, masangkan yang jebak (jebakan)," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Jateng, Nova Indri Hapsari, saat ditemui detikJateng, di Kantor BKSDA Jateng di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kamis (30/4/2026).



(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads