Sekda Ungkap Penyebab Harimau Putih Semarang Zoo Mati: Pencernaan Kosong

Sekda Ungkap Penyebab Harimau Putih Semarang Zoo Mati: Pencernaan Kosong

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 27 Jul 2026 11:57 WIB
Harimau putih bernama Anggun di Semarang Zoo dilaporkan mati.
Harimau putih bernama Anggun di Semarang Zoo dilaporkan mati. Foto: dok. tangkapan layar
Semarang -

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan harimau putih dari Semarang Zoo mati sejak Maret lalu. Saat dipindahkan ke Ragunan Zoo Medan, harimau itu masih dalam keadaan baik. Berikut sederet penyebab harimau itu mati.

"Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah," kata Handi melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (27/7/2026).

"Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya terkait penyebab kematian harimau putih tersebut, Handi mengatakan ada beberapa hal. Mulai dari adanya lesi dan perlukaan pada organ lambung, hingga peradangan dan perdarahan pada organ paru.

"Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan dan ptcie pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

"Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan," imbuh Handi.

Diberitakan sebelumnya, seekor harimau putih dari Semarang Zoo dikabarkan mati. Pemerintah Kota Semarang menyelidiki peristiwa itu, termasuk kabar soal kesalahan anestesi.

Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, tidak membantah saat ditanya soal kabar tersebut. Namun dia menegaskan belum bisa memberikan keterangan resmi.

"Nanti pemkot akan memberi keterangan, sabar njih," kata Bimo kepada detikJateng, Jumat (24/7/2026).

Terpisah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyayangkan matinya harimau putih bernama Anggun tersebut. Dia berharap bisa segera menyampaikan penyebab pasti dari peristiwa itu.

"Mudah-mudahan kita bisa menyampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa, dan bagaimana. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua," kata Agustina saat ditemui detikJateng di Balai Kota Semarang.

Pemkot Semarang, lanjut Agustina, bakal melakukan penyelidikan. Dia menyebut Anggun merupakan hewan favorit pengunjung Semarang Zoo.

"Kita akan selidiki karena itu adalah kekayaan dari Semarang Zoo. Ini menjadi titik di mana masyarakat kalau mau ke Semarang Zoo itu pasti mau lihat harimau putih. Sedih banget ya. Kita akan selidiki kok bisa kesalahan anestesi dan lain sebagainya itu supaya nanti bisa menjadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas merawat binatang-binatang," ujarnya.

Untuk diketahui, kabar kematian Anggun beredar di media sosial. Di akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang tertulis harimau putih itu diduga mati lantaran kesalahan prosedur anestesi.

"Harimau putih Anggun, salah satu satwa koleksi yang menjadi daya tarik Semarang Zoo, dikabarkan dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa yang mekanismenya dipertanyakan. Jika benar proses tersebut tidak dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan, maka publik berhak mengetahui dasar kebijakan itu, termasuk apakah ada potensi kerugian bagi BUMD Semarang Zoo. Belum selesai tanda tanya soal proses pengiriman, muncul kabar yang lebih memprihatinkan. Hanya dua hari setelah dikirim, Anggun dilaporkan mati. Beredar dugaan bahwa kematian tersebut berkaitan dengan kesalahan prosedur anestesi yang mengakibatkan abses dan infeksi," jelas akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Jumat (24/7/2026).



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads