Museum sains dan teknologi yang sekarang menjadi Tahir Solo Museum diresmikan hari ini. Museum yang dibangun sejak 2023 itu juga menampilkan fosil Omeisaurus tianfuensis dengan leher sepanjang 20 meter.
Pantauan detikJateng, saat masuk ke museum, pengunjung akan disambut tampilan gambaran tata surya, mulai dari matahari dan planet-planet. Di sampingnya, terdapat fosil asli dinosaurus dan berbagai jenis replika dinosaurus yang ada.
Naik ke lantai 1, terdapat pameran seputar ruang angkasa mulai dari bentuk bulan hingga baju astronot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Tahir Foundation, Dato' Sri Tahir, merasa terhormat bisa berkontribusi museum di Solo.
"Ya kalau bagi saya kan merasa terhormat, ya, diberi kesempatan oleh Pak Wali sama masyarakat Solo bisa berbuat sesuatu di Kota Solo. Itu kehormatan aja bagi saya, ya," kata dia di lokasi, Sabtu (25/7/2026).
Tahir Solo Museun diresmikan, Sabtu (25/7/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng |
Salah satu daya tarik utama museum ini adalah koleksi fosil asli yang didatangkan langsung dari Zigong, Tiongkok. Dato' Sri Tahir mengungkapkan, koleksi museum ini akan terus diperbarui agar pengunjung tidak bosan.
"Secara teori mereka mau pinjam enam bulan, tapi nanti kita minta perpanjangan dan masalah robotik, planet, itu terus ada perubahan. Jadi tidak menetap gitu aja, terus ada masukan baru," ungkap Tahir.
Tahir juga membocorkan rencana pengembangan tahap selanjutnya. Ke depan, akan dibangun President Center yang mencakup auditorium tertutup dan terbuka.
"Tahap kedua akan ada President Center. Kita membuat auditorium tertutup dan terbuka. Nanti Pak Wali bisa mengundang Nobel Prize atau tokoh luar negeri memberikan ceramah, atau pertunjukan budaya," ujar Tahir.
Wali Kota Solo, Respati Ardi menyebut kehadiran museum ini sebagai berkah bagi warga Solo. Museum ini diharapkan menjadi pusat pendidikan dan wisata.
"Tentunya ini berkah bagi warga Solo. Ini awal mula berkah yang luar biasa dari Pak Tahir untuk warga Solo dan tentunya menjadi pusat pendidikan yang baru," kata dia.
Respati menyebut museum ini menyiapkan konsep yang komprehensif dengan menggabungkan seni, sains, dan budaya. Ia merinci isi dari tiap lantai museum yang memiliki daya tarik berbeda.
"Lantai paling bawah ada teknologi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Lalu tengah ada fosil, tata surya, dan lain-lain. Di atas ada seni," jelas Respati.
Pengelola Museum, Tjoek Sugiharto, mengatakan museum ini siap dibuka untuk masyarakat.
"Kita lagi persiapan hari ini. Insyaallah kita bisa buka mulai besok. Kita bukanya itu mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore," tuturnya.
"Tiketnya untuk anak-anak, pelajar itu Rp 30.000. Untuk dewasa Rp 50.000. Iya, dan kita juga ada paket satu tahun Rp 400.000 khusus untuk siswa-siswi yang akan belajar perihal STEM, iya itu IT, terus perihal robotik," imbuh dia.

