Rusunawa Kudu Semarang Terbakar

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 25 Jul 2026 10:55 WIB
Kondisi Blok G Rusunawa Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang terbakar, Sabtu (25/7/2026) pagi. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Blok G Rusunawa Kudu, Kecamatan Genuk, Semarang, terbakar pagi ini. Pantauan di lokasi pukul 09.30 WIB, warga berkumpul di sekitar gedung Blok G Rusunawa. Juga tampak tiga armada pemadam Damkar Kota Semarang.

Terlihat tumpukan sampah terbakar di lantai 1 gedung. Tim pemadam menyemprotkan air ke tumpukan yang masih berasap itu.

Tampak pula personel Damkar di lantai 5 bangunan tersebut. Asap tebal juga tampak keluar dari sejumlah lantai atas di bangunan Blok G. Bangunan Blok G ini berdampingan dengan Blok I.

Warga Blok I, Kurniawan, mengatakan dirinya saat itu tengah berbincang dengan Ketua RT setempat dan tetiba dia mendengar kabar kebakaran di Blok G.

"Saya di Blok I omong-omongan, terus dengar pemberitahuan kebakaran," kata Kurniawan saat ditemui detikJateng di lokasi, Sabtu (25/7/2026

Dia mengatakan pemadaman berlangsung dari lantai 2 hingga 5. Dia tidak mengetahui persis penyebab kebakarannya.

Kondisi Blok G Rusunawa Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang terbakar, Sabtu (25/7/2026) pagi. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng

"Setahu saya lantai 2 dipadamkan, sudah padam. Naik lagi lantai 3, sudah padam. Naik lagi lantai 4, sudah padam. Baru lantai 5 yang belum bisa dipadamkan," sebutnya.

Warga Blok G, Edi, menyebut saat itu dirinya mencium bau kabel terbakar. Bau tersebut berasal dari lantai 3 sekitar pukul 08.00 WIB. Dia juga melihat sampah yang terbakar di lantai 1.

"Itu bau kabel di lantai 3. Lalu sampah (terbakar)," sebut penghuni lantai 5 Blok G itu.

Saat itu dirinya tengah berada di lantai 5 dan mendengar ada warga yang teriak.

"Di dalam rumah lantai 5 (dirinya berada saat kejadian). Masih sedikit asapnya ada yang teriak-teriak," ucapnya.

Warga lantai 5 Blok G lainnya, Rismawati, mengatakan dirinya mencium bau asap saat dirinya berada di rumah.

"Kita sedang bersih-bersih ya kok kecium bau asap, seperti orang bakar-bakar. Biasanya kan ada orang bakar sampah ya. Terus tak lihat kok nggak ada," kata Risma.

Saat itu, dirinya hendak membuang sampah. Tetapi tangannya merasakan panas dari bawah.

"Pas itu mau buang sampah. Kok tangan saya rasakan adanya panas dari bawah," sebutnya.

Saat itu dirinya hendak meminta tolong untuk mengecek ada apa sebenarnya. Dia menyebut banyak warga yang tidak berada di lokasi lantaran sedang bekerja.

"Aku turun cari orang, kan pada kerja semua. Terus minta tolong Mbah Kung. Lihat sampahnya kok full api semua di lantai dasar" terangnya.

"Apinya (juga muncul) di lantai 3. Kalang kabut turun semua itu," terangnya.

Dia menyebut alat pemadam api ringan (APAR) di Blok G tidak ada isinya. Sebab itu, warga mencari APAR di blok lainnya.

"Kebetulan di Blok G nggak ada APAR, kosong semua. Ini cari di tetangga lainnya," katanya.

Dirinya tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Dia pun tidak tahu kerugian yang dialaminya.

"Aku pas naik nyirami, turun lagi, naik lagi ada asap itu nggak berani," sebutnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kudu, Aipda Sutikno, menerangkan kemungkinan api berasal dari sampah di lantai satu. Sampah di rusunawa tersambung dari lantai dasar hingga atas.

"Kemungkinan dari sampah lantai satu. Tidak ada korban jiwa. Tiap lantai ada sampah satu," kata Tikno.

Dia mengatakan api tidak membakar hunian warga. Namun kebakaran melanda jendela hingga plafon.

"Jendela sama plafon-plafon yang kena. Kalau kerugian belum tahu," terangnya.

Saat ini petugas Damkar Kota Semarang telah melakukan penanganan. Kebakaran pun telah padam.



Simak Video "Bersantai dan Berenang di Sky Pool sambil Menikmati Pemandangan di Semarang"

(dil/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB