Sebanyak 13 titik perlintasan sebidang di Kota Semarang masih belum memiliki palang kereta api. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang pun telah menyiapkan sejumlah solusi terkait hal tersebut.
Sekretaris Dishub Kota Semarang, R. Ambar Prasetyo, menyebut jumlah total perlintasan sebidang di Kota Semarang ada 18 titik. Dari total tersebut, Ambar menyebut, pihaknya mengelola lima titik.
"18 titik (jumlah total perlintasan bidang). Yang dikelola Dishub 5 titik. Selebihnya dikelola PT KAI," kata Ambar kepada detikJateng melalui pesan singkat, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk titik perlintasan sebidang KA yang belum terdapat pos palang dan penjaga sejumlah 13 lokasi," lanjutnya.
Di 13 titik tersebut, Ambar mengatakan pihaknya telah memasang rambu-rambu lalu lintas. Ditambah pula penjagaan dari warga sekitar.
"Sudah terdapat rambu lalu lintas dan sebagian besar dilakukan penjagaan oleh warga sekitar," sebutnya.
Ambar menyebut pihaknya bakal memasang palang kereta beserta pos penjaga di dua titik. Pekerjaan itu ditargetkan rampung pada tahun ini.
"Tahun ini akan dibangun pos palang dan berpenjaga dua lokasi, pos palang KA (di) Randugarut dan Jerakah," ungkapnya.
Early Warning System (EWS) juga bakal dipasang di tiga titik pada tahun ini. Lokasinya yakni di perlintasan sebidang Jembawan, Tlogosari, dan Bugen.
"EWS 3 lokasi, (yakni) Jembawan, Tlogosari atau sukarela, dan Bugen," ujarnya.
Ambar menyebut EWS bakal memberi peringatan ketika kereta api terbaca oleh sensor 3 kilometer sebelum menuju perlintasan sebidang. Dengan demikian, pengguna jalan bisa mengetahui jika akan ada kereta api yang bakal lewat.
"Ketika ada kereta yang akan lewat, dia ada sensor jarak tiga kilometer. Itu sudah menangkap sensor kereta mau lewat," bebernya.
"Kemudian bisa memberikan informasi ke titik pengendara sana. Itu ada lampunya, ada sirinenya sehingga masyarakat yang lewat sana itu sudah tahu bahwa ini kereta akan lewat," imbuhnya.
EWS dipasang sebagai penanganan jangka pendek karena lokasi tersebut masih belum memungkinkan untuk dipasang palang maupun pos penjaga.
"Kita melihat bahwa dari konsep geometris jalannya ini masih belum memungkinkan dipasang palang dan berpenjaga. Kita pasang sementara yaitu EWS," pungkasnya.
(ams/alg)
