Warga Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas digegerkan dengan penemuan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dalam gerobak sate. Bayi yang diduga berusia lima hari itu ditemukan dalam bersama sejumlah perlengkapan bayi, termasuk susu yang masih hangat.
Bayi itu ditemukan pada Selasa (21/7/2026) ini hari oleh pemilik gerobak sate. Pemilik gerobak sate, Kapriyatun (50), mengaku tengah bersiap untuk jualan saat menemukan bayi malang itu.
"Awalnya saya di dalam rumah lagi siap-siap mau jualan, beres-beres terus di sebelah timur rumah dengar suara bayi nangis kencang. Saya kira bayi tetangga sebelah karena di sana juga ada bayi perempuan," kata Kapriyatun saat ditemui wartawan, Selasa (21/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangisan bayi yang terdengar sangat keras membuatnya curiga. Saat itu suaminya hendak keluar membeli ketupat dan menduga suara tersebut berasal dari gerobak sate milik mereka.
"Suami saya bilang kayaknya di gerobak sate kita. Eh benar ternyata ada bayi di situ," ujarnya.
Kapriyatun mengaku gemetar dan kebingungan ketika melihat bayi tersebut berada di dalam gerobak sate miliknya. Apalagi saat ditemukan masih dini hari sehingga ia kesulitan meminta bantuan.
"Posisi saya waktu lihat itu gemetar, bingung mau minta bantuan siapa karena masih dini hari. Saya ketuk-ketuk rumah tetangga juga belum ada yang merespons," ungkapnya.
Tak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan dan Kapriyatun menghubungi kader posyandu setempat untuk meminta pertolongan.
Sempat Dengar Suara Motor Sebelum Tangisan Bayi
Sebelum menemukan bayi tersebut, Kapriyatun sempat mendengar suara sepeda motor berkapasitas besar melintas di sekitar rumahnya. Namun, ia mengira suara itu berasal dari warga yang hendak membuang sampah.
"Sebelumnya ada suara motor, saya kira orang mau buang sampah karena biasanya kalau pagi ada yang buang sampah di sini. Tapi tidak ada suara orang buang sampah. Sekitar 15 menit kemudian langsung terdengar suara tangisan bayi," katanya.
Menurutnya, bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus selimut bayi dan mengenakan pakaian terusan serta popok sekali pakai. Susu yang ditinggalkan bersama bayi pun masih dalam kondisi hangat.
"Alhamdulillah kondisinya sehat, nangisnya kencang banget," ujarnya.
Sementara itu, kader Posyandu Kelurahan Mersi, Kus Indrawati (65), mengatakan bayi tersebut ditemukan bersama sejumlah perlengkapan bayi yang dimasukkan ke dalam tas hitam.
"Ada susu, dot dua, empeng dua, tisu basah dan tisu kering, termos air panas, sarung, sama gendongan bayi. Ari-arinya juga masih ada," kata Kus.
Ia memperkirakan bayi tersebut berusia sekitar lima hari dengan kondisi fisik yang sehat.
"Untuk ukuran sekitar lima hari bayinya normal. Kondisinya putih, bayinya cakep jenis kelamin laki-laki," ujarnya.
Menurut Kus, bayi tersebut kemudian dibawa petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kasat Res PPA-PPO Polresta Banyumas, AKBP Sitowati, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Saat ini bayi telah diserahkan kepada Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut.
"Ya betul mas, sementara bayi sudah diserahkan ke Dinsos. Untuk pelaku saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Sitowati.
