Pemotor bonceng tiga di Semarang tertabrak kereta barang di perlintasan Jalan Kokrosono Semarang. Insiden yang menewaskan siswa SD inisial HRA (9) itu diduga terjadi karena pengendara motor memaksa menerobos palang perlintasan.
Polisi mengungkapkan, paman yang mengendarai motor, dan tertabrak kereta di rel Jalan Kokrosono sekitar pukul 07.00 WIB itu sudah diperingatkan oleh petugas perlintasan. Namun meski petugas sudah berteriak, pengendara motor tetap menerobos palang kereta.
Hal itu disampaikan Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Nurul. Motor Honda itu dikendarai paman korban, yakni Rujito (45). Dia memboncengkan dua orang kakak-adik yang masih SD, HRA (9) dan ZIA (12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban yang mengendarai sepeda motor menerobos palang pintu perlintasan yang saat itu sudah ditutup karena akan dilalui kereta barang," kata Nurul melalui pesan singkat kepada detikJateng, Senin (20/7/2026).
Menurut Nurul, petugas penjaga perlintasan sebelumnya telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
"Petugas perlintasan juga sudah berteriak memperingatkan, tetapi korban tetap melintas," ujarnya.
Akibatnya, bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta yang melaju dari arah barat menuju timur. Benturan keras membuat pengendara, dua penumpang, serta sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan.
"Saat dievakuasi para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans hebat ke RSUP Dr Kariadi Semarang," ucapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, mengatakan korban berinisial HRA (9), yakni sang adik, meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara kakaknya, ZIA (12) dan Rujito (45) mengalami luka pada kepala.
"Pembonceng HRA meninggal dunia di RSUP Dr Kariadi, luka pada cedera kepala," ucapnya.
