Sebuah rumah warga di Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, ternyata jadi sarang ular kobra. Belasan ular kobra bermunculan dari lantai rumah tersebut.
Momen ngeri ular kobra bermunculan itu menjadi salah satu artikel yang banyak diakses pembaca detikJateng selama sepekan terakhir.
Berawal dari Penemuan Sisik
Pemilik rumah, Lia Lutfiana (31), mengungkapkan pada awalnya adiknya menemukan ada satu ekor ular dan sisik ular. Hal itu mendorong mereka melapor ke tim damkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya posisi tidak di rumah, (tetapi rumah) masih (ditempati). Tadinya (adik) nemu anakan ular satu sama sisik ular, lalu saya panggil damkar," kata Lia saat dimintai konfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Tak lama kemudian, tim damkar langsung meluncur ke lokasi. Mereka melakukan pemetaan di rumah tersebut.
"Rumahnya tidak langsung nempel tanah, lantainya papan kayu itu ada kayak lubang ke bawah, lubangnya halus. Kemungkinan kan sudah dianalisa itu bukan yuyu, ini dipastikan ular," ujar Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana.
Toga melanjutkan, saat tiga personel damkar datang ke lokasi, mereka segera menyiramkan bensin ke dalam lubang. Saat itu juga, belasan anak ular kobra keluar.
"Teman-teman tuh langsung menumpahkan bensin di dalam lubang itu, terus ular-ulare tuh keluar semua sing kecil. Jenisnya kobra, tadi ada sampai 18 ekor," ujar Toga.
Petugas Sempat Digigit
Toga menjelaskan di tengah proses evakuasi, salah satu anggotanya sempat digigit anakan kobra tersebut. Untungnya, bisa mematikan anakan kobra itu belum sempat masuk ke tubuh petugas damkar.
"Petugas kan evakuasi ular banyak ya, ada yang kecatok itu ya cuman enggak fatal. Kayak nucup gitu loh, digigit tapi bisanya nggak masuk," ungkap Toga.
Toga menyampaikan belasan ular hasil evakuasi itu akan diamankan di Pos Damkar Karangawen. Sementara untuk pencarian indukannya, ia menyampaikan bahwa petugas akan menunggu laporan lagi jika ada warga yang melihat.
"Ularnya sekarang ada di Pos Karangawen. Memang kita untuk evakuasi ular, kan ular yang ditangkap itu belum ada tempat penangkaran," ucap Toga.
"Kalau untuk yang itu (indukan) ya tetep nunggu aduan dari pemilik, nanti kalau melihat indukan baru nanti kita eksekusi lagi," imbuhnya.
