Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, Menteri PU Dody: Lebih Bagus dari Kupang-Bali

Tinjau Sekolah Rakyat Semarang, Menteri PU Dody: Lebih Bagus dari Kupang-Bali

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 18 Jul 2026 15:38 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (18/7/2026).
Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Sabtu (18/7/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJogja
Semarang -

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Dia membandingkan hasil pekerjaan dengan SR di Bali dan Kupang, NTT.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Sabtu (18/7/2026), Dody datang bersama rombongannya langsung menuju ke aula serbaguna. Di sana dia menyempatkan untuk berbincang dengan pihak SR.

Dody juga menyempatkan diri untuk menyapa sejumlah siswa SR. Bahkan, dia meladeni beberapa murid yang meminta tanda tangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Dody meninjau asrama putri. Dia menilik sejumlah fasilitas seperti kamar, toilet, hingga tempat penjemuran pakaian.

Selepas itu, Dody melanjutkan peninjauan ke asrama putra. Di sana, dia juga memeriksa kamar hingga toilet siswa.

ADVERTISEMENT

Dody menilai secara keseluruhan kualitas SR di Kota Semarang itu bagus. Dia membandingkan dengan SR yang berada di Kupang dan Karangasem, Bali.

"Bagus kok, secara kualitas malah lebih bagus daripada yang saya datangi kemarin dua di Karangasem dan Kupang," jelas Doddy.

Dody memerinci kualitas SR di Kota Semarang lebih bagus dalam hal bangunannya. Adapun SR di Kota Atlas dibangun oleh PT Adhi Karya.

"Saya bilang sih pekerjaan Adhi Karya lebih oke lah daripada yang kemarin kan, cuma saya lihat PP sama Jaya Konstruksi. Kemarin saya datang ke Kupang sama Karangasem, Bali. dari sisi kualitas bangunan oke lah, secara kualitas bangunan lebih oke lah, yang dikerjakan Adhi Karya lebih bagus," ujarnya.

Meski dinilai bagus, Dody memberikan sejumlah catatan penting bagi SR di Kota Semarang. Seperti halnya kebutuhan tempat sampah di kamar mandi.

"Yang penting seperti biasa lah, minta tolong pengelola untuk menyediakan bak sampah di kamar mandi karena tanpa bak sampah repot loh anak-anak biasa buangnya sembarangan di kamar mandi. Takutnya kebuntu itunya drainasenya. Tapi secara overall saya lihat tempat cuci air juga mengalir langsung ke drainasenya," bebernya.

Sejumlah pekerjaan kecil di SR Kota Semarang, jelas Dody, diperkirakan rampung sepekan ke depan. Dia mengatakan ada sisa pekerjaan yang perlu disempurnakan.

"Ya sisa-sisa sedikit lebih perlu disempurnakan," pungkasnya.

3 SR Belum Rampung

Dody menyebut ada tiga Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Tengah yang belum rampung, yakni di Brebes, Cilacap, dan Wonosobo. Ditargetkan, ketiga sekolah itu selesai pada akhir Juli 2026.

Meski belum rampung, dia menjelaskan, pengerjaannya masih sesuai target.

"Yang Jawa Tengah yang tertinggal Cilacap dan Brebes, Wonosobo, tapi sudah terkejar. Mungkin dalam waktu dekat bisa selesai, bisa dipakai untuk MPLS. Jadi masih on schedule lah, kita-kira begitu," ucapnya.

Dody mengatakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di tiga SR tersebut masih belum dilaksanakan. Kemungkinan MPLS bakal berlangsung pada akhir Juli 2026.

"Belum-belum, Brebes, Cilacap, dan Wonosobo. Akhir Juli mulai MPLS, sepertinya sekarang sudah siap ya. Sudah dipakai, cuma secara mungkin dari Kementerian Sosial mulai start akhir Juli lah MPLS," terangnya.

Adapun SR se-Indonesia, Dody menyebut ada 11 yang belum selesai. Sisanya masih sesuai target.

"(Se-Indonesia) Yang kemarin tertinggal ada 11, yang lainnya semua on schedule," sebutnya.

Dari 11 SR itu, Dody mengatakan ada kemungkinan pembangunan satu SR diputus kontrak. Kendati demikian, langkah persuasif masih dilakukan agar pengerjaannya sesuai jadwal.

"Dari 11 itu, mungkin satu yang mesti ada kemungkinan kita putus kontrak, masih kita coba persuasif agar selesai. (Pertimbangannya putus kontrak) Ya, pekerjaannya agak sedikit lamban. Kita kan mesti berkejar dengan waktu," pungkasnya.



(apl/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads