Seekor biawak jatuh dari atap rumah Yoana Dwi Artanti, warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Biawak itu kemudian dievakuasi petugas Damkar Kota Semarang.
Biawak itu ditemukan di rumah Yoana pukul 14.15 WIB tadi. Biawak sepanjang 50 sentimeter itu ditemukan di kamar yang difungsikan sebagai gudang.
Yoana mengaku sudah beberapa kali melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang lantaran rumahnya kerap disatroni biawak hingga ular.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata biawak itu ada di dalam ruangan, yaitu di kamar yang untuk gudang," kata Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, saat ditemui detikJateng di markasnya, Jumat (17/7/2026).
"Ibunya ini ternyata sudah 5 kali laporan ke Damkar. Tiga kali biawak, dua kali ular. Jadi sudah sudah lim kali melaporkan terkait adanya binatang yang membahayakan," imbuhnya.
Biawak tersebut berhasil dievakuasi dan diamankan di Mako Damkar Kota Semarang.
Yoana mengatakan, siang itu dirinya sedang membuat kue. Tetiba terdengar suara gemerisik di gudang.
"Ya saya kan lagi bikin kue. Kok kresek-kresek bunyi tuh apa di tembok. Oh, ini biawak, eh tak kira awalnya tikus, ternyata biawak. Udah, langsung lah telepon Damkar," kata Yoana saat dihubungi detikJateng.
Menurut Yoana, biawak itu sempat naik ke atap rumahnya. Lantas reptil itu terjatuh di dekat kardus.
Yoana membenarkan dirinya sudah beberapa kali melapor ke Damkar untuk evakuasi hewan liar. Tahun ini rumahnya sudah dua kali didatangi biawak.
"Di belakang rumah kan masih banyak alasnya. Lima kali lapor Damkar kurang lebih tiga tahun, yang tiga biawak, yang dua ular. Tahun ini dua-duanya biawak," sebutnya.
