Beredar video adanya mobil yang diduga debt collector (DC) yang berupaya menghalangi laju satu unit mobil Daihatsu Sigra di ruas Tol Semarang. Polisi pun meminta korban untuk melapor.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini, Kamis (16/7). Dikatakan, sekelompok diduga DC mencoba mencegat mobil Sigra berwarna silver di ruas Tol Muktiharjo.
DC tersebut mengendarai satu unit mobil Toyota Avanza berwarna hitam. Akibat aksi tersebut sempat terjadi kemacetan arus lalu lintas di jalan tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan, mobil Sigra berhasil diberhentikan oleh DC di tengah jalur Tol Gayamsari dan Jatingaleh.
"Aksi penyegatan arogan yang diduga
dilakukan sekelompok debt collector di ruas Tol Muktiharjo menuai sorotan setelah menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat. Dalam video yang beredar, terlihat sebuah Toyota Avanza hitam bersama mobil Daihatsu Sigra silver bernomor
polisi AD 1517 terlibat aksi kejar-kejaran. Sigra sempat berusaha menghindar, namun lajunya dihalangi oleh rombongan debt collector hingga akhirnya kendaraan tersebut berhenti di tengah lajur antara Gayamsari dan Jatingaleh," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng, Jumat (17/7).
Dalam video itu, tampak mobil Sigra berusaha melaju. Namun, di depannya terdapat mobil Avanza yang menghalangi.
Di belakang kedua unit mobil tersebut terdapat satu unit kendaraan besar yang merekam kejadian itu. Selanjutnya, terdapat satu unit truk yang menyalip dari arah kanan.
Terdengar pula suara klakson kendaraan besar. Perekam video mengatakan adanya diduga DC.
"Pihak debt collector iki (ini)," sebut sopir yang merekam kejadian itu.
Tampak pula mobil Sigra berusaha menyalip mobil Avanza dari arah kiri, namun gagal. Mobil Avanza lantas memepet mobil Sigra.
Tak lama kemudian, mobil Sigra terhenti di kiri jalan tol dan terdapat mobil Avanza di sebelah kanan depannya. Tampak pula dua orang pria memberikan kode agar kendaraan lainnya terus melaju.
Dimintai konfirmasi atas kejadian tersebut, Kanit 1 Sat PJR Ditlantas Polda Jateng, Iptu Deddy Mulyono, membenarkan video tersebut diambil di ruas Tol Muktiharjo.
"Untuk kejadian dengan melihat kondisi video dimungkinkan di Mukti," kata Deddy melalui pesan singkat kepada detikJateng hari ini.
Deddy menyampaikan petugas patroli tidak menemukan percobaan penghentian maupun kendaraan yang berhenti. Dia juga tidak begitu mengetahui kapan kejadian itu berlangsung.
"Dari patroli tidak ditemukan adanya penghentian atau kendaraan yang berhenti. Serta tidak ada laporan atau aduan," ungkapnya.
Dia pun mengimbau korban untuk melapor ke kepolisian terdekat jika mengalami insiden tersebut.
"Untuk kasus serupa segera melapor ke kepolisian yang terdekat. Yang merasa dirugikan segera melaporkan karena tindak pidana ke Polrestabes," pungkasnya.
Sementara itu, Representative Office 2 PT JTT ruas Tol Palimanan-Semarang ABC, Indah Pudji Lestari, menerangkan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait video viral itu.
"Saat ini tim operation sedang berkoordinasi dengan tim di lapangan dan CCTV. Segera kami sampaikan updatenya," kata Indah.
(afn/ahr)
