Dugaan kekerasan seksual sesama mahasiswi mencuat di Universitas Diponegoro (Undip). Kampus menyebut tengah memproses kasus tersebut.
Dugaan kekerasan seksual itu viral di media sosial usai diunggah akun X @measucre. Dalam unggahan tersebut disebutkan terdapat empat mahasiswi yang diduga menjadi korban seorang mahasiswi Undip.
"KRONOLOGI KEKERASAN SEKSUAL BERAT, UJARAN KEBENCIAN, RASIS, DAN BODY SHAMING OLEH MAHASISWI ILMU PERPUSTAKAAN 2023 UNIVERSITAS DIPONEGORO," tulis akun @measucre, dilihat detikJateng, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Postingan itu juga menyebutkan nama lengkap mahasiswi yang dimaksud.
Akun itu menjabarkan, terduga pelaku melakukan kekerasan seksual fisik saat korban tertidur, menyebarkan informasi pribadi, menuduh, menyebar ujaran kebencian, body shaming atau menghina fisik, serta melakukan pelecehan verbal.
Pemilik akun mengaku telah melaporkan dugaan kekerasan seksual itu ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Undip. Namun, ia menilai penanganan laporan berjalan lambat.
"Korban A melapor pada 9 Aprul 2025 kenapa di upnya baru sekarang? Karena viral dulu? Aku ngerasa putus asa karena nggak ada info lebih lanjut," ungkapnya.
"Untuk laporannya info dari korban pembuatan laporan di April 2026 tapi setelah lapor tidak ada pergerakan sama sekali," sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jejaring Media Undip, Nurul Hasfi, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih diproses oleh Satgas PPK.
"Untuk kasus ini memang korban sudah melapor. Saat ini proses di Satgas PPK dan dalam proses verifikasi melalui mekanisme yang berlaku dan objektif, mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap pihak-pihak terkait," kata Nurul Hasfi melalui pesan singkat.
Nurul juga menegaskan, Undip tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
"Yang pasti Undip tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual," tegasnya.
