Jalur Mandiri Undip Tembus 38.500 Pendaftar, 5 Prodi Ini Jadi Favorit

Jalur Mandiri Undip Tembus 38.500 Pendaftar, 5 Prodi Ini Jadi Favorit

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 08 Jul 2026 23:57 WIB
Peserta berdoa sebelum memulai Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Diponegoro (UNDIP), Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 23.933 peserta tercatat mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNDIP yang digelar pada 21-29 April 2026. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi peserta jalur mandiri Undip. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Semarang -

Universitas Diponegoro (Undip) mengumumkan hasil seleksi ujian mandiri jenjang S1 tahun akademik 2026/2027. Disebutkan, program studi (prodi) yang menjadi favorit yakni mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga Bisnis Digital.

Diketahui, pengumuman resmi hasil seleksi ujian mandiri Undip berlangsung pada 7 Juli 2026. Dilansir laman undip.ac.id, kelulusan peserta dapat diakses melalui https://pengumuman.undip.ac.id/.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Heru Susanto, menyebut ada dua jalur masuk mandiri di kampusnya, yakni melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan tulis. Heru menyebut, total peserta UTBK Undip berkisar 11 ribuan orang, sementara ujian tulis di angka 38.500-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun mahasiswa yang diterima melalui jalur UTBK di Undip sekitar 1.750-an orang. Untuk peserta yang lolos melalui jalur ujian tulis berkisar 4.000-an mahasiswa.

ADVERTISEMENT

"Lewat UTBK itu sekitar 1.750-an. Kemudian kalau ujian mandiri lewat tes sekitar 4 ribuan," kata Heru saat dihubungi detikJateng, Rabu (8/7).

Lebih lanjut, Heru menerangkan, ada tiga prodi di bidang sains dan teknologi yang menjadi favorit peserta tahun ini, yakni Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan K3. Adapun di bidang sosial yakni Hubungan Internasional (HI) dan Bisnis Digital.

"Kalau prodi favorit untuk yang eksakta tetap Kedokteran, Kedokteran Gigi tetap menjadi favorit ya. Tetapi ada juga program studi K3 itu juga sangat favorit. Sosial itu tetap kayak bisnis digital, kemudian HI," sebutnya.

Heru tidak menyebutkan angka pasti mahasiswa yang diterima di prodi favorit tersebut. Hanya saja, dia memberikan perbandingan jumlah diterimanya mahasiswa dan pendaftar.

"Kalau Kedokteran itu antara diterima sama tidak itu ya bisa satu banding 40 sampai 60-an. K3 paling tinggi, karena daya tampung, bisa satu banding 60-an," bebernya.

Di prodi Bisnis Digital dan HI Undip, Heru menjelaskan, tingkat perbandingan mahasiswa yang diterima dan tidak mencapai 1:30 orang. Jadi, misal ada 30 orang yang mendaftar, hanya satu yang diterima.

"Sebenarnya rata-rata itu kalau yang sosial itu tadi 1:30," katanya.

Guru Besar Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Undip itu membeberkan alasan mengapa prodi eksakta di kampusnya masih menjadi pilihan favorit.

"Jadi kalau menurut saya (mengapa prodi eksakta di Undip menjadi favorit) tetap itu tidak lepas dari persepsi di masyarakat. Karena memang masyarakat mempersepsikan bahwa Kedokteran itu memang bagi mereka mungkin satu program studi yang in the end setelah lulus memang masih paling menjanjikan," bebernya.

Pilihan tersebut, lanjut Heru, juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Salah satunya yakni prioritas penambahan dokter.

"Kemudian juga kebijakan pemerintah itu sangat berpengaruh, dengan kebutuhan dokter dan sebagainya, dan sebagainya. Kebetulan kan untuk saat ini pemerintah juga menggalakkan kebutuhan dokter. Jadi memang ininya minatnya seseorang ke prodi tertentu itu sangat tergantung pada; pertama, persepsi pemerintah; terus kedua, proyeksi mereka untuk karir atau prospek mendapatkan pekerjaan dan sebagainya," ungkapnya.

Heru membaca mengapa prodi HI hingga kini masih tinggi peminat karena prospeknya yang luas hingga jenjang internasional. Sementara prodi Bisnis Digital yang baru dibuka sekitar tiga hingga empat tahun lalu di Undip juga menjadi idaman sebab perkembangan zaman.

"(HI menjadi favorit) Pertama, berarti kebutuhan pasar memang cukup tinggi. Kenapa kebutuhan pasar cukup tinggi? Karena mungkin market share-nya kalau HI kan mungkin bisa sampai ke luar negeri," terangnya.

"Market itu seperti apa sih sekarang, kan program-program digitalization atau kemudian perkembangan teknologi itu kan telah merambah ke banyak sektor. Termasuk di dalam bisnis bagaimana inovasi-inovasi itu dilakukan salah satu yang paling banyak adalah dengan digitalisasi," imbuhnya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads