Heboh Juru Parkir Jalan Pemuda Semarang Maki Pengunjung-Tarik Tarif 2 Kali

Heboh Juru Parkir Jalan Pemuda Semarang Maki Pengunjung-Tarik Tarif 2 Kali

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Kamis, 16 Jul 2026 13:19 WIB
Personel Dishub Kota Semarang menindak jukir yang viral di media sosial meminta tarif dua kali di Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah.
Personel Dishub Kota Semarang menindak jukir yang viral di media sosial meminta tarif dua kali di Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah. Foto: dok. Dishub Kota Semarang
Semarang -

Seorang juru parkir (jukir) disebut meminta tarif dua kali tanpa karcis hingga memaki pengunjung di Jalan Pemuda, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Kejadian itu viral di media sosial hingga pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang memberikan penjelasan.

Kabar tersebut diunggah akun Instagram @beritasemaranghariini. Dijelaskan, kejadian berlangsung di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Queen City Mall, pada Selasa (14/7) malam.

Saat itu pengunjung telah memarkirkan kendaraannya sejak pukul 15.00 WIB dan telah membayar retribusi parkir. Saat hendak pulang, tetiba seorang jukir datang dan meminta uang parkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun menjelaskan telah membayar parkir sebelumnya. Namun pria berpeci hitam itu tetap meminta retribusi. Lantas, jukir tersebut menghampiri mobil milik kawan pengunjung itu kembali memaksa meminta duit.

Lelaki paruh baya itu bahkan menantang agar membawa saudaranya hingga memaki. Pengunjung tersebut pun mempertanyakan etika jukir.

ADVERTISEMENT

"Begini kronologi menurut si pengemudi yang ia alami ketika parkir pada Selasa 14/7/2026 malam di JI Pemuda Kota Semarang. pengemudi datang parkir di jam 3 sore dan SUDAH MEMBAYAR
saat datang. Dan ketika saya mau pulang tiba2 juru parkir ini mendatangi saya dan minta uang parkir lagi. Saya sdh bilang 'saya sdh bayar tadi pak'. Dan bapak ini menjawabah 'jalok neh
to aku (aku minta lagi)'pengemudi tetap tidak memberi karna pengemudi merasa sudah
membayar. Dan ketika di tanya liar apa tidak? Seperti yg terlihat di video dia hanya menunjukkan id card TANPA KARCIS DAN NOMINAL YG TERTERA. Lalu bapak ini malah menghampiri mobil temannya dan memegangi mobil temannya memaksa meminta uang parkir kepada teman saya. Bahkan bapak ini berpesan kepada teman saya untuk menyampaikan ke saya :'kae koncomu di omongi nek bojone tentara opo polisi kon rene ngadep aku go seragam e sisan (bilang ke temamu jika pasangannya tentara atau polisi kesini bawa seragamnya'. Bahkan bahasa kotor dan bahasa hewan dia lontarkan semua ke teman saya untuk disampaikan ke saya. Disini bukan nominal yg di permasalahkan, tetapi etikanya NOL BESAR,"

Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Catur Ady Kristianto, membenarkan kejadian tersebut. Dishub telah menindaklanjuti kabar viral itu.

"Kemarin sudah ditindaklanjuti," kata Andreas melalui pesan singkat kepada detikJateng, Kamis (16/7/2026).

Andreas menyebut ada dua piket jukir di wilayah itu. Jukir kembali meminta uang lantaran orang yang bertugas pada sore hari tidak memberitahu bahwa pengunjung telah membayar retribusi.

"Lokasi tersebut ada dua jukir. Pagi sampai siang dilanjut sore. Yang sore sampai malam tidak diinfo oleh jukir siang," terangnya.

Saat ditanya mengapa jukir tidak memberikan karcis, Andreas mengatakan, kawasan itu menerapkan pembayaran elektronik. Adapun pembayarannya melalui barcode QRIS di gawai jukir.

"Niku (itu) kan kawasan elektronik, bayarnya pakai QRIS. Karcisnya kita tidak mengeluarkan karena sudah elektronik. Pakainya aplikasi yang dipunyai di hp jukir," sebutnya.

Lantas, Dishub mengatakan kepada jukir tersebut jika penarikan retribusi dilakukan saat pengunjung hendak pulang. Dishub telah memberikan tindakan kepada jukir itu.

"Menindak lanjuti aduan sosmed, untuk jukir kita imbau terkait penarikan retribusi dilakukan di akhir kepulangan pengunjung. Dan kita beri shock terapi agar jukir tidak melontarkan kata-kata kasar kepada pengunjung," terangnya.

Andreas mengatakan, di setiap zona parkir terdapat pengawas yang melakukan pembinaan hingga penekanan terkait tarif.

"Ada teman-teman pengawasan per zona berikan penekanan terkait tarif," pungkasnya.



(apl/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads