Dinkes Boyolali Sebut Ulat di Selada MBG gegara Pencucian Kurang Bersih

Dinkes Boyolali Sebut Ulat di Selada MBG gegara Pencucian Kurang Bersih

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 17:07 WIB
Ulat yang ditemukan di daun selada menu MBG di Ngemplak, Boyolali, Selasa (14/7/2026).
Ulat yang ditemukan di daun selada menu MBG di Ngemplak, Boyolali, Selasa (14/7/2026). Foto: Foto : dok Dewi Ritaningsih
Boyolali -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali mengungkap hasil klarifikasi terkait laporan temuan ulat pada daun selada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ngemplak. Keberadaan ulat itu dikarenakan proses pencucian yang kurang bersih.

Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, mengatakan pihaknya telah mendatangi langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tersebut. berdasarkan hasil klarifikasi ulat tersebut merupakan ulat sayuran yang biasa terdapat di selada.

"Ulat sayuran yang biasa terdapat di selada, karena pencucian yang kurang bersih," kata Kepala Dinkes Boyolali, FX Kristandyoko, kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya bersama jajaran dan instansi terkait mendatangi SPPG di Desa Gagaksipat tersebut, Selasa (15/7) sore. Setelah mendapat laporan adanya temuan ulat di menu MBG untuk murid PAUD.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Dinkes Boyolali juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para murid di PAUD Kids Fun Education itu. Pemeriksaan kesehatan oleh dokter dan bidan Puskesmas Ngemplak.

"Hasil laporan belum ada (belum diterima). Pemeriksaan (kesehatan) hari ini," jelasnya.

Pihaknya pun memberikan rekomendasi. Pertama, untuk menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait sayuran segar yang dikonsumsi tanpa pemanasan. Kemudian pencucian selada dilakukan sesuai pedoman kementerian kesehatan RI.

Lalu, melakukan evaluasi pemasok bahan baku, menerapkan SOP penyimpanan bahan pangan serta melakukan pelatihan dan refresh berkala pada seluruh penjamah makanan. Dinas kesehatan bersama satgas MBG dan pihak terkait melakukan monitoring dan pembinaan berkesinambungan.

Lebih lanjut pihaknya mengimbau, untuk memahamkan kembali jika MBG adalah memberikan makanan yang aman dan bergizi untuk generasi emas 2045. Dia meminta membudayakan makanan bergizi untuk masyarakat melalui apa yang disajikan SPPG.

"Mau berbenah dan menerima dan melaksanakan rekomendasi untuk kesehatan dan kebaikan bersama. Meningkatkan kualitas sajian menu MBG," imbau dia.

Diberitakan sebelumnya, hari kedua pelayanan makan bergizi gratis (MBG) usai libur sekolah, muncul keluhan dari sekolah penerima manfaat di Boyolali. Pasalnya, ditemukan adanya ulat pada daun selada menu MBG.

Adanya ulat pada selada tersebut ditemukan pada menu MBG di PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, hari ini tadi. Ulat kecil yang masih berupa belatung itu tampak masih hidup.

"Tidak hanya kali ini saja. Sudah tiga kali ini," ungkap pengelola PAUD/KB Kids Fun Education Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Dewi Ritaningsih, Selasa (14/7).

Dari beberapa video yang diterima detikJateng, ulat tersebut tampak ada di daun selada. Di video lainnya, ulat tampak berada di food tray atau nampan MBG. Ulat itu pun tampak masih hidup dan berjalan merambat.

Dewi mengemukakan, pihaknya langsung menghubungi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Pihak SPPG juga mendatangi PAUD Kids Fun Education di Desa Gagaksipat tersebut.

Dewi mengungkap, temuan ulat itu sudah yang ketiga kali ini. Namun dalam temuan sebelumnya, ulat tersebut langsung dibunuh. Tetapi temuan adanya ulat itu juga dilaporkan ke pihak SPPG sebagai catatan.

"Pertama kita ingatkan dulu, (temuan) yang kedua ditulis dilaporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis disitu," imbuh dia.

Sementara itu Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M Syawalludin, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti terkait adanya laporan temuan ulat di tray MBG tersebut. Dari Kecamatan, Puskesmas dan pihak terkait sedang melakukan verifikasi di lapangan.

"Sedang diverifikasi atas kondisi makanan antara Kepala SPPG dan jajaran/ahli gizi, pelapor bu Dewi, Pak Camat dan Puskesmas," kata Syawalludin.



(apl/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads