Remaja Semarang Dianiaya Sosok Ngaku Intel, Polisi Bakal Periksa 8 Saksi

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 11 Jul 2026 20:26 WIB
Ilustrasi remaja Semarang dianiaya sosok mengaku intel. Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Seorang remaja lelaki usia 16 tahun diduga dianiaya pria yang mengaku intel di Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Kasus tersebut pun kini telah masuk ke tahap penyelidikan.

Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti, menerangkan pihaknya telah memanggil pelapor, korban, dan dua saksi untuk dimintai klarifikasi. Pemanggilan dilakukan pada Jumat (10/7) malam.

"Masih lidik. Klarifikasi pelapor, korban, 2 saksi," kata Sriniti melalui pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (11/7).

Polisi masih akan memintai keterangan saksi-saksi lainnya. Rencananya bakal ada delapan saksi yang dipanggil.

"Klarifikasi saksi-saksi lain. Rencana ada delapan saksi," sebutnya.

Selain itu pihak kepolisian bakal memeriksa CCTV setempat. Sriniti mengatakan, pihaknya juga tengah menunggu hasil Visum et Repertum (VeR).

"Analisa CCTV dan nunggu hasil VeR," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, kuasa hukum korban, Joko Susanto, mengatakan insiden tersebut terjadi pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Joko mengadukan kasus tersebut ke Satres PPA dan PPO Polrestabes Semarang pada Senin (6/7).

"Itu kita memang mengajukan (aduan) penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan terhadap pelajar SMA Negeri di Semarang," kata Joko saat dihubungi detikJateng, Kamis (9/7).

Saat itu korban bersama temannya nongkrong di Taman Indonesia Kaya, Kecamatan Semarang Selatan, pada Jumat (3/7) malam. Kemudian pelajar SMA itu mengantar pulang temannya melewati daerah Pamularsih, Kecamatan Semarang Barat, pada Sabtu dini hari.

"Kebetulan klien kita itu awalnya nongkrong di daerah Taman Indonesia Kaya jam 10. Itu kan akhirnya nganter temannya pulang daerah Pamularsih situ," terang Joko.

Di lokasi kejadian, remaja itu dipepet oleh tiga pria yang mengendarai satu motor. Ketiga pria tersebut lantas menginterogasi dan menuduh korban terlibat balap liar.

"Ketika dipepet satu motor bonceng tiga itu awalnya diinterogasi, awalnya dituduh mau balap liar lah alasannya seperti itu. Akhirnya interogasi korban, ditanyai habis dari mana. Ini sudah menyampaikan habis dari Taman Indonesia Kaya," beber Joko.

Lantas korban asal Kecamatan Semarang Tengah itu dipiting oleh ketiga orang tersebut. Korban juga diduga dianiaya.

"Akhirnya dipukulin, dipiting, kakinya di selomotkan ke knalpot. Kemudian rombongannya datang dua motor lagi, bonceng tiga. Cuma, enam orang ini hanya ngamanin aja, nggak ikut mukul," sebutnya.

Saat menganiaya, salah satu terduga pelaku mengaku sebagai intel. Lantas, korban dibawa ke Polsek Semarang Barat.

"ketika dianiaya itu ada yang salah satu ngakunya Intel polsek. Jarak berapa lama dari jam 1 itu klien kita dibawa ke Polsek Semarang Barat," tuturnya.

Di Polsek Semarang Barat korban diinterogasi hingga pukul 03.00 WIB. Motor korban juga ditahan hingga sekarang.

"Di Polsek Semarang Barat itu diinterogasi sampai jam 3. Motornya ditahan sampai detik ini tidak dikasih surat tilang," katanya.

Saat ditelusuri, Joko menyebut orang yang mengaku intel tersebut diduga hanya relawan. Remaja tersebut mengalami memar di sejumlah bagian tubuh usai dianiaya.

"Setelah kejadian kasus itu ditelusuri ternyata yang aku intel tadi hanya relawan, informasinya begitu. Kaki itu satu kena knalpot sebelah kiri kalau nggak salah, di bibir itu sempat lebam, di pundak itu sempat ada memar, pelipis ada juga," ungkapnya.

Pada Sabtu pagi, keluarga korban mengadukan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Barat dan diarahkan untuk melakukan visum. Lalu, keluarga korban mengadukan insiden tersebut ke Polrestabes Semarang.

"Sabtu pagi orang tua klien langsung mengadukan ke Polsek Semarang Barat. Dari Polsek Semarang Barat diarahkan untuk buat visum. Lah, setelah divisum itu baru akhirnya dibawa ke PPA Tabes," terangnya.



Simak Video "Merasakan Sensasi Malam di Bianglala Citra Grand, Semarang"

(apu/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork