Perampas HP Ngaku Intel di Semarang Juga Gasak Motor Korban

Perampas HP Ngaku Intel di Semarang Juga Gasak Motor Korban

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Selasa, 16 Jun 2026 21:47 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
ilustrasi kejahatan. Foto: andi saputra
Semarang -

Pria yang mengaku sebagai intel dan merampas ponsel seorang penghuni kos di Semarang ternyata juga membawa kabur motor korban. Polisi memastikan pelaku bukan aparat.

Hal itu disampaikan Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok. Ia mengatakan peristiwa yang menimpa korban berinisial MEM itu terjadi Minggu (14/6) pukul 02.30 WIB di indekos darah Pedurungan.

"Pelaku bersama temannya mendatangi salah satu kos-kosan di wilayah Pedurungan. Kemudian korban menanyakan asal-usul kedua pelaku ini," kata Riki saat dihubungi detikJateng, Senin (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pintu kos korban masih terbuka, pelaku mengaku sebagai petugas yang sedang mengembangkan kasus narkoba," lanjutnya.

Menurutnya, kedua pelaku kemudian memaksa meminjam kendaraan milik korban. Korban yang sempat percaya akhirnya mengikuti permintaan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Korban menurut, mereka jalan menggunakan dua sepeda motor, yaitu motor milik pelaku dan motor milik korban," ujarnya.

Riki menjelaskan, dalam perjalanan itu disebut akan menuju arah Demak itu, pelaku juga meminta HP korban. Di tengah perjalanan, korban mulai curiga terhadap gelagat kedua orang tersebut.

"Korban memberanikan diri untuk melompat, akhirnya motornya diambil oleh orang tak dikenal ini," jelasnya.

"Motornya ikut dibawa. Jadi yang hilang satu unit Honda Beat warna biru dongker tahun 2024 dan satu handphone merek Vivo," lanjut Riki.

Dari keterangan korban, pelaku sempat memperlihatkan benda yang menyerupai pistol. Namun, polisi masih mendalami kebenaran informasi tersebut.

"Dari keterangan korban sebelum motornya diambil, korban melihat benda yang menyerupai pistol, tapi belum bisa kita pastikan. Itu baru pengakuan korban," katanya.

Saat ini, kata dia, Polsek Pedurungan telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga kini korban belum membuat laporan resmi karena belum dapat menunjukkan dokumen kendaraan.

"Untuk prosesnya, Polsek Pedurungan sudah proaktif memeriksa saksi, memeriksa CCTV, kemudian menganalisa ciri-ciri terduga pelaku dari keterangan korban. Hanya terkait pencarian kendaraan bermotor, kami perlu identitas kendaraan tersebut," jelas Riki.

Riki menyebut, korban mengaku kehilangan STNK dan BPKB motornya. Penyidik pun meminta korban segera melengkapi bukti kepemilikan agar proses pencarian kendaraan dapat dilakukan lebih optimal.

"Kita arahkan untuk membuat laporan dan melengkapi bukti kepemilikan yang sah sehingga memudahkan pencarian kendaraan selain mencari dua terduga pelaku tersebut," ucapnya.

Pelaku Bukan Anggota Polisi

Riki menegaskan kedua pelaku bukan anggota polisi. Sebab, mereka tidak dapat menunjukkan identitas maupun surat perintah tugas saat mendatangi korban.

"Itu bukan petugas. Karena dia tidak menunjukkan surat perintah tugas," kata Riki.

Ia membantah maling itu merupakan polisi, seperti yang tertulis dalam postingan yang kini viral. Riki menyebut, pihak kepolisian pun tidak akan mengambil ponsel secara paksa untuk penyelidikan.

"Apabila memang petugas kepolisian, tentu tidak menggunakan cara-cara pemaksaan untuk meminjam kendaraan masyarakat dengan sewenang-wenang, apalagi meminta handphone masyarakat. Saya pastikan itu bukan petugas," ucapnya.

Terkait identitas pelaku, Riki juga belum dapat memastikan apakah salah satunya benar-benar pengemudi ojek online meski tampak pelaku mengenakan jaket ojol.

"Belum tentu juga. Jaket online itu bisa dibeli di marketplace, jadi belum bisa dipastikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden pencurian terjadi di sebuah indekos di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pelaku disebut mengaku sebagai intel narkoba.

"Pelaku masuk salah satu kamar kos dan kebetulan korban baru sampai kos dan belum sempat mengkunci kamar kost, pelaku langsung bertemu dengan korban di kamar, pelaku tersebut ber ALIBI dan sempat mengaku sebagai intel NARKOBOY," tulis akun @kejadiansmg, Selasa (16/6).

Saat dimintai konfirmasi, Kapolsek Pedurungan, Kompol Navy membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pelaku memanfaatkan kondisi pintu kamar korban yang tidak terkunci untuk masuk dan menjalankan aksi pencuriannya.

"Kemudian di tengah perjalanan meminta handphone korban. Karena takut, korban akhirnya melompat dari kendaraan," kata Navy saat dihubungi, Selasa (16/6).




(alg/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads