KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Usai OTT, Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan sejumlah ASN di lingkungan Setda Sukoharjo diterbangkan ke Gedung KPK di Jakarta.
Dari pantauan detikJateng, Jumat (10/8), rumah dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo tampak sepi. Terlihat sejumlah mobil dan motor yang terparkir di halaman dalam Rumdin.
Di gerbang pintu masuk ada sejumlah anggota Satpol PP yang berjaga di pos. Palang penghalang jalan dalam kondisi ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikJateng kemudian berlanjut ke Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan Bupati Sukoharjo yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari Rumdin. Aktivitas di Kantor Bupati Sukoharjo juga cukup lenggang.
Menara Wijaya Setda Sukoharjo, Jumat (10/7/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng |
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, tiba di kantor sekira pukul 09.50 WIB usai melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Berselang setengah jam kemudian, Eko kembali masuk ke mobil Toyota Fortuner dan meninggalkan kantornya.
Sementara itu di lingkungan Setda Kabupaten Sukoharjo, sejumlah ASN tampak beraktivitas seperti biasa. ASN di Kantor Disdukcapil tetap melayani masyarakat.
Di gedung Menara Wijaya, aktivitas juga seperti biasa. Namun awak media tidak diizinkan untuk naik ke lantai atas. Dari informasi yang dihimpun, lantai 8 dan 9 tengah dalam pemeriksaan oleh KPK.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo merespons kabar Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sapto meminta doa dan berharap pelayanan masyarakat tetap berjalan baik.
"Kami belum bisa matur (bicara) banyak karena kita menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara, persoalan apa. Kita menunggu nggih," ujar Sapto ditemui di Taman Makam Pahlawan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80, Jumat (10/7/2026).
Mengenai roda pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo, Sapto menjamin bahwa pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tidak akan terganggu. Ia mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) tetap tenang bekerja.
"Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK," ujar dia.

