Warga Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, menggelar aksi protes karena jalan bertahun-tahun rusak tidak kunjung ada perbaikan dari pemerintah daerah. Warga menggelar aksi dengan menabur ikan di lubang jalan yang menganga.
Pantauan di lokasi, warga mulai menggelar aksi sekira pukul 15.30 WIB. Warga memberikan air di jalan yang berlubang. Kondisi jalan yang rusak berlubang ada sejauh 3 kilometer.
Akan tetapi yang paling parah di depan rumah warga Desa Godo. Sejumlah lubang dalam menganga di tengah jalan. Oleh warga pun diberikan air. Tidak hanya itu, warga lalu menabur 2 ember ikan lele. Aksi ini sebagai protes karena jalan akses warga satu-satunya ini rusak parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga juga membentangkan spanduk dari layar bertulisan "Ini Jalan Atau Kolam Lele". Aksi ini pun menarik perhatian warga setempat dan pengguna jalan yang melintas.
Warga setempat, Lasno, menyebut sudah 25 tahun tak ada perbaikan jalan milik Pemerintah Kabupaten Pati ini. Padahal kondisinya sudah mengenakan.
"Sudah 25 tahun ini jalan rusak (tidak) diperbaiki sama sekali. Dari periode Bupati Tasiman sampai sekarang tidak ada perbaikan," jelas Lasno ditemui di lokasi, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, beberapa warga yang melintas bahkan terjatuh di jalan. Kondisi jalan rusak berlubang dalam dan lebar.
"Jadi rusak sangat parah. Warga ada yang jatuh sebulan yang lalu," jelasnya.
Oleh karena itu warga menggelar aksi ini sebagai protes agar jalan segera diperbaiki. "Warga akhirnya menabur ikan pada lubang ini sebagai protes, terus malah jadi aksi warga spontanitas ini," jelasnya.
"Harapannya bapak Plt Bupati segera memperbaiki jalan rusak sudah lama sekali tidak diperbaiki, ini akses utama jalan, apalagi di sini ada Batalion tapi belum ada perbaikan sama sekali," lanjut dia.
Senada warga lainnya, Muhkar mengatakan aksi ini sebagai protes kepada pemerintah karena kurang perhatian kepada warga Godo. Sebab jalan rusak dibiarkan saja bertahun-tahun.
"Kegiatan ini biar dibangun, karena jalannya seperti kolam lele, warga tadi memberikan lele di lubang yang ada airnya. Terus ada anak-anak pada cari ikan, sama warga di sini karena jalannya seperti lubang," ungkap dia.
Jalan ini rusak sudah lebih dari 20 tahun. Jalan yang rusak sepanjang 3 kilometer menghubungkan Desa Godo ke arah Kecamatan Winong dan Pucakwangi.
"Jalan rusak lebih dari 20 tahun. Belum perbaikan. Jalan rusak 3 kilometer. Bisa jalan ke Winong - Pucakwangi. Ini menjadi jalan Kabupaten Pati," ujarnya.
Dia pun berharap agar jalan ini segera dibangun yang bagus. "Informasi kemarin ada perbaikan, tapi nyatanya sampai sekarang tahun 2026 sekarang belum ada perbaikan. Harapan saya supaya dibangun menjadi jalan bagus," ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Ruang dan Tata Ruang Kabupaten Pati, Hasto Utomo mengatakan jalan di Godo dialokasikan anggaran Rp 2,5 miliar. Akan tetapi saat ini masih proses perencanaan. Diperkirakan 1 sampai 2 minggu lagi dilakukan proses pemilihan penyedia jasa pekerjaan pembangunan jalan.
"Untuk jalan angkatan Lor - Godo di Desa Godo tahun 2026 dialokasikan Rp 2,5 miliar, saat ini masih proses perencanaan, rencana 1-2 minggu lagi dilakukan proses pemilihan penyedia," jelas Hasto saat dihubungi sore ini.
