Jembatan Serayu yang menghubungkan Kecamatan Banyumas dan Kalibagor resmi kembali dibuka untuk lalu lintas Senin (6/7/2026) pagi. Pembukaan dilakukan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Begini kondisi lalu lintas pagi ini.
Pembukaan jembatan Serayu langsung disambut antusias warga serta para pengendara yang sudah menunggu sejak sebelum pukul 08.00 WIB. Bahkan, sejumlah truk memilih berhenti di pinggir jalan daripada harus memutar melalui jalur alternatif. Antrean kendaraan sempat mengular hingga sekitar satu kilometer menjelang jembatan dibuka.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas, Tomi Luqman Hakim, mengatakan pembukaan akses Jembatan Serayu berlangsung lancar. Proses diawali dengan pembukaan pagar seng penutup sebelum kendaraan diperbolehkan melintas sekitar pukul 08.02 WIB.
"Alhamdulillah tadi pembukaan Jembatan Serayu Banyumas lancar, dibuka tadi jam 08.02 WIB. Sebelum jam 08.00 WIB sebenarnya sudah banyak masyarakat yang menunggu," kata Tomi saat dihubungi detikJateng, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, antrean kendaraan sudah terlihat sejak sekitar pukul 07.30 WIB. Tidak hanya kendaraan pribadi, truk-truk besar juga memilih menunggu pembukaan jembatan.
"Tadi malah truk-truk besar parkir di pinggir jalan. Daripada harus muter mereka memilih menunggu dibuka. Kendaraan mengular kurang lebih sekitar satu kilometer sampai simpang SMKI di arah selatan jembatan. Tapi sekarang sudah lancar," ujarnya.
Selain truk, pedagang yang hendak menuju pasar juga ikut mengantre dari arah utara, tepatnya kawasan Kaliori. Sesaat setelah jembatan dibuka, arus lalu lintas sempat padat karena kendaraan dari dua arah langsung bergerak bersamaan.
"Begitu dibuka sempat ada penumpukan arus lalu lintas, tapi tidak berlangsung lama, paling sekitar 15 sampai 20 menit," jelasnya.
Tomi menambahkan, kini arus lalu lintas di sekitar Jembatan Serayu kembali normal. Kepadatan yang sebelumnya terjadi di jalur alternatif Papringan-Mandirancan juga berkurang drastis.
"Kondisi lalu lintas di Pegalongan ramai lancar. Yang terlihat berkurang drastis itu di Papringan-Mandirancan. Biasanya jam 08.00 sampai 09.00 WIB ramai, sekarang sudah cukup lengang," katanya.
Meski demikian, portal di jalur alternatif Papringan-Mandirancan masih terpasang karena menjadi kewenangan instansi pekerjaan umum. Sementara petugas Dishub sudah tidak lagi melakukan penjagaan di lokasi.
"Portal sejauh ini masih terpasang di jalan alternatif Papringan-Mandirancan karena itu wewenangnya PU. Yang jelas Dishub sudah tidak ada yang jaga, terakhir sif tadi jam 08.00 WIB," ungkap Tomi.
Ia juga menegaskan pembukaan Jembatan Serayu bukan sekadar uji coba, melainkan sudah dibuka untuk operasional normal. Penutupan kembali hanya akan dilakukan apabila ada kondisi insidental.
"Ini bukan uji coba, sudah dibuka. Kecuali kalau ada kondisi insidental yang mengharuskan ditutup kembali," tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pengguna jalan, Nabil, mengaku lega karena tidak perlu lagi memutar jauh ataupun menyeberang menggunakan perahu seperti saat jembatan ditutup.
"Alhamdulillah sudah dibuka kembali Jembatan Serayu. Waktunya malah lebih cepat dari yang dijadwalkan, jadi jalannya juga lebih halus," ujarnya.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) itu mengatakan Jembatan Serayu merupakan jalur yang setiap hari ia gunakan untuk berangkat kuliah.
"Saya jadi nggak perlu memutar lagi. Kemarin juga sempat sekali menyeberang pakai perahu. Saya biasa pakai jembatan ini buat berangkat kuliah di UMP," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Sungai Serayu yang menghubungkan Kecamatan Banyumas dan Kecamatan Kalibagor bakal kembali dibuka untuk seluruh kendaraan mulai Senin (6/7) pukul 08.00 WIB. Pengerjaan jembatan selesai lebih cepat dari yang sebelumnya direncanakan selesai hingga 30 Juli 2026.
Semula, renovasi jembatan ditargetkan berlangsung selama 45 hari kalender sejak 15 Juni 2026. Namun pekerjaan berhasil dirampungkan lebih awal karena dilakukan tanpa henti selama 24 jam.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, mengatakan percepatan proyek dilakukan dengan sistem kerja penuh selama sehari semalam.
"Selesai lebih cepat karena kita kerjakan 24 jam," kata Nandang saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7).
Simak Video "Video: 36 Biksu Thudong yang Jalan Kaki dari Thailand Telah Sampai di Borobudur"
(apl/aku)