Remaja Dikeroyok Warga gegara Dituduh Berbuat Asusila di Pekalongan

Remaja Dikeroyok Warga gegara Dituduh Berbuat Asusila di Pekalongan

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 13:21 WIB
Ilustrasi pengeroyokan sejoli usai nobar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dok.Detikcom
Pekalongan -

Video penggerebekan remaja diduga berbuat asusila di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, jadi viral di sosial media. Polisi menyebut remaja itu sempat dikeroyok hingga mengalami luka.

Pantauan detikJateng, video berdurasi 50 detik itu salah satunya diungah akun Intagram Pekalonganinfo 15 jam lalu dan telah ditonton 543 ribu warganet. Unggahan itu juga disertai keterangan bahwa penggerebekan itu terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Warga Desa ********, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penggerebekan dua remaja yang diduga melakukan perbuatan asusila pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua remaja yang masing-masing berusia 15 tahun itu berada di rumah sang perempuan yang saat itu dalam keadaan kosong tanpa penghuni lain. Warga mulai curiga karena hingga larut malam keduanya belum keluar dari rumah tersebut.

Warga menuturkan bahwa keduanya sempat beberapa kali ditegur, namun tidak dihiraukan. Penggerebekan pun dilakukan dan situasi di lokasi sempat memanas hingga remaja laki-laki menjadi sasaran amukan warga.

ADVERTISEMENT

Pihak kepolisian segera datang ke lokasi untuk mengamankan situasi. Remaja laki-laki saat ini menjalani perawatan di RS Paninggaran, sementara kasus tersebut telah ditindaklanjuti oleh Polsek Paninggaran", tulis keterangan pada unggahan itu, dikutip detikJateng, Jumat (3/7/2026).

Saat dimintai konfirmasi detikJateng, Kepala Desa setempat Agus Purwanto, membenarkan adanya informasi di sosial media terkait penggerebekan dugaan tindak asusila di wilayahnya. Saat ini kasusnya masih dalam penanganan kepolisian.

"Iya (info itu)" kata Agus saat dihubungi detikJateng, Jumat (3/7/2026).

Sementara itu Kapolsek Paninggaran AKP Bambang Tunggono menjelaskan peristiwa itu berujung pada pengaduan soal dugaan tindakan kekerasan bersama-sama atau pengeroyokan. Pihaknya akan memanggil para saksi pada Senin (6/7) mendatang.

"Belum ada keterangan terkait dugaan tindak asusila. Tapi akan kami lakukan pendalaman. Kami juga merima aduan soal pengkeroyokannya. Nanti kita dalami semua," kata Bambang saat dihubungi detikJateng, Jumat (3/7/2026).

Bambang mengatakan, pada Kamis (2/7) kemarin, Unit Reskrim menerima laporan pengaduan tindakan pengeroyokan yang terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 20.00 WIB di Kecamatan Paninggaran

Disebutkan bahwa remaja inisial D (16) warga Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, itu mengadukan soal dirinya menjadi korban pengeroyokan.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan harus menjalani perawatan di RSUD Kajen, belum bisa dimintai keterangan sepenuhnya," ujaar Bambang.

Dari informasi yang diterima kepolisian, peristiwa tersebut berawal sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu korban datang ke rumah rekan wanitanya yang berusia 17 tahun dengan maksud meminta bantuan untuk mengantar mengambil senapan angin di rumah temannya. Saat wanita itu sedang makan, korban menunggu di ruang tamu.

"Dari keterangan korban, ia datang untuk meminta bantuan pada F untuk mengambilkan barang yang berada di rumah temennya. Namun semua keterangan itu masih kami dalami, untuk klarifikasinya akan kami undang hari Senin besok," jelas Bambang.

Lebih lanjut, dikatakan Bambang, sekitar pukul 20.00 WIB, empat pria datang ke rumah F. Salah satu di antaranya diduga berinisial R (18). Sempat terjadi adu mulut sebelum korban diduga dipukul sebanyak dua kali di bagian pipi oleh salah seorang pelaku.

Korban juga mengaku mendapat pukulan dari beberapa orang lainnya hingga akhirnya sempat dilerai, kemudian dibawa ke balai desa setempat. Di lokasi tersebut korban kembali diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Paninggaran. Akibat lukanya memerlukan penanganan lebih lanjut, korban dirujuk ke RSUD Kajen.

"Hingga saat ini, masih menjalani perawatan sehingga belum dapat dimintai keterangan sepenuhnya," kata Bambang.

Polisi telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban. Polisi juga mengirimkan undangan klarifikasi kepada pihak-pihak yang diduga terkait, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas Desa Notogiwang.

Kasus tersebut kini masih dalam proses pendalaman Polsek Paminggaran. Rencananya, sejumlah saksi, baik saksi pelaku maupun saksi korban dan lainnya akan dimintai keterangan pada hari Senin (6/7) pekan depan.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads