Belakangan, media sosial diramaikan olahraga bernama Hyrox. Kompetisinya yang menantang menyita perhatian publik. Lebih-lebih karena anggapan Hyrox bisa diikuti oleh berbagai tingkat kemampuan.
Dilansir Healthline, Hyrox diciptakan pada 2017 lalu di Jerman oleh Christian Toetzke, seorang veteran endurance race, dan Moritz Furste, pemenang medali emas Olympic. Sejak kemunculannya, Hyrox berkembang pesat dan menyebar ke mana-mana.
Kelebihan Hyrox dibanding kompetisi olahraga lain adalah tantangannya terprediksi. Dalam artian, detikers tahu 'halangan' yang menanti selanjutnya. Alhasil, dengan latihan yang tepat, Hyrox bisa ditaklukkan tanpa perlu menyiksa diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, Hyrox itu apa? Simak pembahasan ringkas yang telah detikJateng siapkan di bawah ini seputar pengertian, 8 jenis workout, hingga bedanya dengan CrossFit!
Pengertian Hyrox
detikers mungkin berpikir kata 'Hyrox' punya mana khusus. Sayang, anggapan itu salah sama sekali sebagaimana dijelaskan di laman Hybrid Athlete Club.
Bahkan, dalam sejarahnya Toetzke dan Furste terpikir nama lain alih-alih Hyrox, yakni Curox. Nama 'asli' ini berasal dari kata Latin currere yang berarti lari. Namun, karena masalah merek dagang, Curox tidak dipakai.
Dirujuk dari laman resminya, Hyrox secara sederhana adalah fitness racing. Kompetisi ini mengombinasikan lari dengan workout. Jadi, peserta Hyrox akan berlari 1 kilometer, kemudian melakukan workout, lari lagi, workout lagi, diulang sebanyak 8 kali.
8 Jenis Workout Hyrox dan Urutannya
Jenis workout Hyrox sudah ditetapkan, jadi tidak bebas dipilih. Kedelapannya secara berurutan adalah:
1. Ski Erg
Usai berlari sepanjang 1 kilometer, tantangan pertama yang muncul adalah ski erg. Sederhananya, peserta dituntut menyelesaikan 1000 meter ski erg yang bertujuan menguatkan otot lengan, bahu, dan inti tubuh.
2. Sled Push
Tantangan kedua yang ditemui usai berlari 1 kilometer lagi adalah sled push. Pada workout kali ini, detikers mesti mendorong kereta luncur berat bolak-balik dalam 2 lintasan sepanjang 25 meter.
3. Sled Pull
Merasa lelah mendorong kereta luncur? Tidak perlu takut, kali ini giliran menariknya! Tantangan ketiga Hyrox adalah sled pull alias menarik kereta luncur sejauh 50 meter. Workout ini bakal menguatkan otot pantat, punggung, bisep, dan seluruh tubuh bagian atas.
4. Burpee Broad Jumps
Stasiun latihan keempat Hyrox adalah burpee broad jumps. Peserta mesti menyelesaikan workout satu ini sejauh 80 meter. Tantangan yang mengombinasikan kardio dan gerakan eksplosif ini bakal menguras tenaga. Namun, dengan latihan yang tepat, burpee broad jumps mungkin saja berubah jadi workout favoritmu!
5. Rowing
Dalam latihan kelima Hyrox ini, detikers akan memakai otot lengan, punggung, inti tubuh, dan kaki. Sederhananya, gerakan rowing mirip mendayung. Dalam Hyrox, rowing 1.000 meter harus selesai sebelum melaju ke tantangan berikutnya.
6. Farmers Carry
Berhasil melaju sampai rowing? Jangan senang dahulu! Tantangan selanjutnya terkesan mudah, tetapi cukup membebani ketika dicoba. Farmer carry Hyrox dilakukan dengan berjalan membawa 2 beban berat di tangan sepanjang 200 meter. Untungnya, apabila tidak mampu, detikers boleh meletakkan bebannya sejenak sebelum melanjutkan lagi.
7. Sandbag Lunges
Workout station ketujuh Hyrox adalah sandbag lunges. Pada tantangan ini, peserta bakal membawa beban 10, 20, atau 30 kilogram di pundak sembari berjalan dengan menekuk lutut. Siapkan kakimu agar tidak sempoyongan, ya, detikers!
8. Wall Balls
Setelah berlari 8 kilometer, tantangan terakhir Hyrox yang menunggu adalah wall balls. Latihan ini pada intinya menggabungkan squat dengan melempar medicine ball. Dalam Hyrox, wall balls selesai dengan 100 repetisi.
Apa Bedanya Hyrox dengan CrossFit?
Hyrox dan CrossFit sama-sama merupakan olahraga yang intens. Sebenarnya, apa beda antarkeduanya? Diringkas dari Village Gym, ini poin-poin yang membedakan Hyrox dengan CrossFit:
- Tujuan: Hyrox didesain untuk atlet yang ingin menguji daya tahan dan kekuatan dalam set race. Di sisi lain, CrossFit lebih bertujuan meningkatkan kemampuan tubuh secara umum agar menjadi bugar.
- Lari: Seperti sudah dijelaskan di atas, Hyrox mengombinasikan lari dengan 8 jenis workout. Di sisi lain, CrossFit juga punya unsur lari, tetapi bukan menjadi fokus utama.
- Pelatihan: Hyrox tidak memiliki program pelatihan khusus karena setiap orang bisa saja berlatih mandiri. Di sisi lain, CrossFit memiliki kelas khusus yang didampingi seorang pelatih selama 1 jam.
- Aksesibilitas: Hyrox dirancang sebagai kompetisi yang inklusif. Di sisi lain, CrossFit lebih eksklusif karena mempersyaratkan tingkat keterampilan teknis lebih tinggi.
Nah, itulah sekilas mengenai Hyrox, jenis olahraga atau kompetisi yang menggabungkan lari dengan workout. Semoga bisa menjawab rasa penasaran detikers, ya!
(num/dil)
