Polisi telah menangkap pengemudi mobil Hyundai hitam yang sebelumnya kabur usai kecelakaan beruntun di Jalan Tentara Pelajar, Kota Semarang. Pengemudi berinisial O itu disebut menyerahkan diri ke Polrestabes Semarang.
Hal itu disampaikan Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung. Ia mengatakan pengemudi tersebut diamankan pada Senin (29/6/2026).
"Pengemudi Hyundai sudah ditangkap, kemarin diantar sama keluarganya," kata Untung saat dihubungi detikJateng, Selasa (30/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengemudi itu pun masih dimintai keterangan pihak kepolisian. Saat ini penyidik masih memeriksa pengemudi menentukan proses hukum selanjutnya.
"Masih dalam penyidikan. Masih kita mintai keterangan," ujarnya.
Berdasarkan klarifikasi awal, pengemudi Hyundai sempat meninggalkan lokasi kecelakaan karena panik dan ketakutan akan diamuk massa usai sebabkan kecelakaan.
"Pada saat kejadian itu, dia ketakutan. Jadi yang diberitakan mabuk dan sebagainya itu nggak, karena sudah kita cek ke rumah sakit, hasilnya negatif semua. Dia syok dan takut," ujarnya.
"Karena syok dan takut, dia hanya mengamankan diri. Sudah kita cek urine di rumah sakit. Kan orang kalau kecelakaan takut, takut diapa-apain, dia menyelamatkan diri dulu," lanjutnya.
Ia mengatakan pengemudi kabur ke rumahnya di wilayah Ungaran usai kecelakaan. Dari lokasi kejadian, pengemudi sempat menumpang kendaraan hingga kawasan Tanah Putih sebelum menghubungi keluarganya.
"Dia (kabur) ke rumah, di daerah Ungaran, naik kendaraan. Jadi nunut orang sampai Tanah Putih, terus telepon keluarganya, tapi dia nggak mau cerita," terangnya.
"Setelah sampai rumah ditanya keluarganya kenapa, terus bilang kalau laka, akhirnya sama keluarganya diantar ke kantor polisi," jelas Untung.
Untung juga membantah kabar yang beredar jika sebelum kecelakaan beruntun, pengemudi Hyundai sempat menabrak kendaraan lain di sekitar SMA Muhammadiyah.
"Nggak ada (tabrak lari sebelumnya). Kalau memang iya dia (korbannya) datang ke kantor saya to. Ini nggak ada konfirmasi sampai saat ini," jelasnya.
"Logikanya kalau dia merasa ditabrak, otomatis dia pasti nyamperin, saat ada petugas juga bilang 'Pak aku ditabrak', tapi sampai saat ini nggak ada," lanjutnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil kehilangan kendali sehingga berpindah jalur dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
"Jadi dia nabrak ke kiri. Karena kendaraannya lepas kendali dia. Nggak nyebut nggak apa. Wong kecelakaan kan pasti syok, tapi intinya ada bentuk pertanggungjawaban," katanya.
"Kalau itu (pertanggungjawabannya) masih tahap penyelidikan. Ini masih kita lakukan pemeriksaan terhadap korban tadi," ucapnya.
Diketahui, kecelakaan beruntun tersebut terjadi pada Minggu (28/6) petang di Jalan Tentara Pelajar, depan Richeese Factory, Semarang. Kecelakaan melibatkan satu mobil Hyundai, satu Suzuki Splash, serta tiga sepeda motor.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun tujuh orang mengalami luka ringan dan hingga kini sebagian masih menjalani perawatan di RS Pantiwilasa Dr Cipto dan RS Primaya Semarang.
Pengemudi mobil Hyundai hitam sempat kabur usai menghantam kendaraan tersebut. Salah seorang saksi mata, Angga (39) menyebut peristiwa terjadi pukul 18.30 WIB.
Mobil Hyundai hitam sudah melaju dari arah timur ke barat dengan tak terkendali sebelum kecelakaan beruntun terjadi.
"Mobil hitam itu sudah nabrak motor lain di Muhammadiyah, yang ditabrak seorang bapak sama anaknya, anaknya nangis," kata Angga kepada detikJateng di lokasi, Minggu (28/6).
Seorang saksi mata lainnya, Hanifah (27), mengatakan dirinya berada tepat di belakang mobil Splash saat berhenti di lampu merah Cinde. Tak lama kemudian, ia melihat mobil Hyundai melaju kencang dari arah berlawanan.
"Mobil hitam itu posisinya adalah dia mau sepertinya kayak mau putar balik. Orang-orang bilangnya mobil itu sudah mulai menabraki orang dari warung Padang," kata Hanifah kepada detikJateng.
(ams/dil)
