Hari pertama pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) SMP negeri di Kabupaten Klaten diwarnai server yang down sampai jarak yang berubah. Akibatnya orang tua dan siswa yang hendak registrasi online tidak bisa.
"Kalau server down itu pagi sampai siang. Terjadi di hampir semua wilayah karena padat," ungkap Ketua RW Karangdowo, Husni Thamrin, kepada detikJateng, Senin (29/6/2026).
Husni yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Karangdowo itu menjelaskan, selain server, ada keluhan warganya soal sistem aplikasinya. Ia mengungkap saat warganya mendaftar ke SMPN 1 Karangdowo, begitu diklik tertera jarak rumah ke sekolah 2.000 meter alias 2 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di aplikasi munculnya 2.0 atau 2.000 meter, padahal rumahnya di belakang rumah saya, jarak ke SMPN 1 Karangdowo cuma 450 meter," terang Husni.
Padahal, kata Husni, untuk masalah jarak bisa dicek di Google juga akurat. Selain masalah jarak, ada yang munculnya di SMPN lain kecamatan.
"Ndaftar di Karangdowo, munculnya SMPN di Bayat. Kan tidak mungkin, ini masalah aplikasinya, sekolah pun tidak bisa berbuat apa-apa," lanjut Husni.
"Memang setelah siang sudah ada perbaikan tapi kan ini sistem. Mestinya tidak terulang," imbuhnya.
Salah satu wali murid, Sri Mulatsih, menceritakan dirinya mendaftarkan cucunya di SMPN Ngawen. Tetapi sejak pagi gagal masuk online ke server.
"Mau masuk online gak bisa tadi dari jam 08.00 WIB. Informasinya server bermasalah," ungkap Sri Mulatsih yang merupakan warga Ngawen tersebut.
Menurut Sri, karena tidak bisa masuk dirinya datang ke sekolah SMPN 1 Ngawen meminta penjelasan. Di grup WA juga terus memantau.
"Ini tadi juga ikut je grup, kalau ada apa-apa bisa tanya. Kita mantau terus," katanya.
Terpisah, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Guritno mengakui memang ada kendala server di hari pertama. Namun hanya dari pagi sampai siang.
"Ya tadi hanya dari pagi sampai siang, setelah di atas jam 11.00 WIB sudah normal. Memang kita meng-create aplikasi baru dengan pihak ketiga, tahun lalu kita sewa pakai Telkom," kata Guritno kepada detikJateng.
Menurut Guritno, saat ini ada peralihan aplikasi. Sebelum jam 11.00 WIB memang crowded termasuk di posko.
"Langsung crowded, termasuk yang di posko. Tapi sudah antisipasi, kita pecahkan dan akhirnya bisa jalan," lanjut Guritno.
"Kami imbau masyarakat sabar, pendaftaran sampai tiga hari. Tidak perlu terlalu panik, bisa ke panitia sekolah jika ada sesuatu, posko juga standby di dinas lantai 2," imbuhnya.
(apu/alg)
