Sederet Cerita Unik Asih Animal Communicator di Semarang

Sederet Cerita Unik Asih Animal Communicator di Semarang

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 29 Jun 2026 07:00 WIB
Animal communicator di Semarang Barat, Asih Hardianti, dengan kucing peliharaannya.
Animal communicator di Semarang Barat, Asih Hardianti, dengan kucing peliharaannya. Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Solo -

Sudah sekitar tiga tahun terakhir Asih Hardianti, seorang perempuan yang berdomisili di Semarang Barat, Kota Semarang, menjalani praktisi sebagai pakar komunikasi dengan hewan atau animal communicator (ancom). Beragam cerita unik, ada suka duka, telah dialaminya.

Sejak memulai 'karier' sebagai praktisi ancom pada Agustus 2023, dia sudah menangani sekitar 520 orang. Asih mengungkap kerap menangani hewan peliharaan yang sakit parah.

Asih menuturkan, momen emosional sering dihadapinya lantaran peliharaan biasanya mempunyai pesan terakhir yang ingin disampaikan kepada majikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya komunikasi mereka (hewan) di akhir hayat mereka untuk menanyakan kesan-kesan dan permintaan-permintaan terakhir mereka. Terus terang ancom yang seperti itu, ancom yang menguras emosi dan menguras energi juga karena pesan-pesan terakhir itu biasanya di luar dugaan," ujar Asih ditemui di rumahnya pada Sabtu (27/6/2026).

ADVERTISEMENT

Pesan Haru untuk Majikan di Akhir Hidup

Asih melanjutkan, menjelang mati, binatang peliharaan tidak ingin merepotkan pemiliknya. Sebab, pemilik biasanya akan sedih.

"Ternyata hewan yang sudah sakit parah itu sudah tahu batas kemampuan pemilik mereka. Jadi mereka sama sekali tidak ingin merepotkan pemiliknya. Biasanya mereka akan menyampaikan pemiliknya supaya jangan sedih, jangan bingung, jangan resah," ungkapnya.

Dikatakan perempuan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut, peliharaan yang bakal mati akan menunggu pemiliknya ikhlas untuk melepasnya. Setelah menyampaikan apa keinginannya, hewan itu akan mati dengan tenang.

"Saya bertanya kepada hewannya dan hewan itu akan menjawab sesuai dengan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan. Jika apa yang diinginkan oleh hewan itu dipenuhi oleh pemilik hewan itu biasanya prosesnya (mati) nggak akan lama," bebernya.

"Karena sebenarnya hewan itu akan akan meninggalkan pemiliknya untuk kembali ke Sang Pencipta itu juga menunggu keikhlasan pemiliknya. Kalau yang saya hadapi beberapa kasus, hewan ini belum kunjung meninggal karena pemilik belum ikhlas," lanjutnya.

Momen Sedih Hewan Jelang Ajal

Asih mengatakan biasanya hewan akan meminta pemiliknya menemani mereka melewati masa sakaratul maut.

"Sebagian besar hewan itu ingin meninggal ditemani pemiliknya dan atas izin Allah. Kadang mereka menyebutkan, 'aku nggak akan lama lagi' atau mungkin, 'aku malam ini' kadang gitu. Mereka minta agar pemilik bisa menemani mereka di saat-saat terakhir mereka," kisahnya.

Di saat-saat terakhir, hewan ingin dibelai. Mereka juga tahu diri sehingga berterima kasih kepada majikan yang telah merawat semasa hidup.

"Hewan itu memang minta ditemani, minta dibelai, minta dipanggul. Dan hewan biasanya menyampaikan terima kasih kepada pemilik atas kasih sayang, atas perawatannya selama ini. Yang kedua, ee dia mengatakan betapa besar rasa sayang mereka kepada pemilik," ungkapnya.

Cerita Anjing Minta Dikuburkan di Samping Kakaknya

Asih kemudian menceritakan salah satu permintaan terakhir yang datang dari seekor anjing kepada pemiliknya. Saat itu, anjing tersebut meminta agar dikuburkan di samping makam kakaknya yang telah mati dua tahun sebelumnya.

"Ada yang minta dikubur di samping kuburan kakaknya. Jadi ini anjing, kakaknya sudah duluan meninggal kira-kira 2 tahun yang lalu, dikuburkan memang di pinggiran Kota Semarang," tutur Asih.

Anjing itu juga meminta agar pemiliknya meletakkan dua tangkai mawar masing-masing merah dan putih di atas makamnya. Asih mengatakan, mawar itu adalah simbol cinta hewan itu kepada majikan.

"Anjing ini berharap bisa dikuburkan di samping kakaknya minta di atas makamnya nanti diberi bunga mawar merah, mawar putih, sebagai wujud rasa sayang dia ke pemiliknya, sebenarnya," kisah Asih.

"Karena dia sangat tahu pemiliknya, terutama yang perempuan, dia manggilnya kan mama. Karena dia tahu mama sangat sayang sama dia. Dia ingin menggambarkan, ingin mewujudkan rasa cinta dia ke mamanya yang tercinta lewat bunga itu," lanjutnya.

Berikut kata anjing itu menurut Asih, "Di atas kuburanku nanti dikasih bunga mawar merah mawar putih sebagai lambang cintaku ke mama."




(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads