Pemadaman listrik di pulau Jawa termasuk Jawa Tengah ternyata mempengaruhi sejumlah bidang profesi. Salah satunya animal comunnicator yang menyimpan obat-obatan dan makanan untuk hewan di dalam lemari pendingin.
Animal communicator merupakan praktisi yang selalu berhubungan dengan hewan. Sehingga mereka juga menyimpan berbagai obat-obatan untuk hewan yang sakit.
Salah satu praktisi animal communicator, Asih Hardianti yang merupakan warga Kecamatan Semarang Tengah mengalami pemadaman listrik bergilir sejak siang tadi. Asih mendapatkan informasi bahwa pemadaman listrik tersebut terjadi lantaran adanya perbaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mati katanya ada perbaikan," kata Asih kepada detikJateng, Sabtu (20/6/2026).
Ia merasa dirugikan dengan matinya listrik. Hal itu karena beberapa obat dan makanan hewan yang sakit kudu disimpan di lemari pendingin atau kulkas agar tidak basi.
"Kalau saya sangat merugi karena sering tidak ada pemberitahuan ke warga sebagai pelanggan. Kalau saya lebih gini, karena sebagian pakan disimpan di kulkas mati setengah hari merugikan kami. Beberapa kucing saya sakit, obat-obatan dan makanan disimpan di kulkas," keluhnya.
Asih juga tidak mendapat pemberitahuan terkait pemadaman bergilir tersebut. Dia menilai pemberitahuan langsung kepada warga bakal sangat membantunya untuk melakukan langkah antisipasi agar makanan dan obat hewannya tidak basi.
"Merugikannya adalah kita tidak antisipasi makanan yang basi, kita tidak siap untuk nyari solusi. Kalau saya sangat merugikan karena sering tidak ada pemberitahuan ke warga sebagai pelanggan. Jangan hanya lewat medsos," ungkapnya.
"Jadi harusnya warga juga diberitahu meskipun berjenjang. Jadi kita tidak bingung dan bertanya tanya," lanjutnya.
Listrik di tempat asih sudah padam sejak siang namun dia tidak tahu pasti waktunya. Namun ketika dia tiba di rumah pukul 17.00 WIB listrik sudah menyala, namun di rumahnya justru korslet.
"Ini tadi jam 5 (sore) sampai rumah kok masih mati ternyata listrik rumah saya mungkin jadi ada yg korslet," ujarnya.
Sementara itu warga lainnya yang tinggal di Pedurungan Tengah, Kota Semarang, Andy menyebut cukup terdampak karena dia bekerja secara daring sebagai penulis. Ketika listrik padam, meski laptop dan ponselnya menyala, tetapi sinyal tidak lancar.
"Ini mati tadi sekitar jam 12.00, sinyal jadi susah padahal harus kerja daring," kata Andy melalui pesan tertulis kepada detikJateng hari ini.
"Padahal tadi pagi saya udah usaha cari info pemadaman listrik di instagram PLN ULP Semarang, tidak ada pengumuman jadwal pemadaman, saya kira bakal aman seharian," imbuhnya.
Andy pun kudu mencari kafe terdekat untuk bekerja. Ternyata, kafe di dekat rumahnya pun mengalami pemadaman listrik.
"Ini akhirnya nyari cafe terdekat. Ternyata cafenya mati lampu juga tapi untung ada genset," tuturnya.
Sekitar pukul 16.00 WIB listrik di rumah Andy sudah menyala. Setelah mendapat kabar itu ia bergegas pulang. Ketika melintas di Jalan Woltermongensidi ternyata ada sejumlah petugas PLN yang naik ke arah trafo.
"Sekitar jam 16.00 sudah nyala. Tadi ada petugas PLN tiang pinggir jalan seperti melakukan perbaikan," jelasnya.
Manajer Komunikasi PLN UID Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, menerangkan pemadaman listrik bergilir di beberapa lokasi di Jateng untuk menjaga kendala sistem dan layanan kelistrikan.
"Dalam rangka menjaga keandalan sistem dan layanan kelistrikan, PLN UID Jawa Tengah akan menghentikan sementara aliran listrik di beberapa lokasi secara terbatas. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk memastikan pasokan listrik andal bagi masyarakat," kata Prayudha dalam keterangan tertulisnya.
Pihaknya pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik bergilir itu.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya," pungkasnya.
