Inovasi menarik dilakukan murid dari SMK Cokroaminoto Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Mereka membuat sistem keamanan sepeda motor yang memanfaatkan e-KTP sebagai kunci untuk menyalakan mesin.
Guru pembimbing, Suswan, mengatakan inovasi itu diberi nama Sikamot SCW (Sistem Keamanan Kendali Motor SMK Cokroaminoto Wanadadi). Ia menjelaskan inovasi tersebut itu hasil kolaborasi dua siswa, tiga guru, dan satu toolman jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).
"Kami berenam berkolaborasi. Namanya Sikamot SCW, Sistem Keamanan Kendali Motor Autentikasi berbasis e-KTP," kata Suswan saat dihubungi detikJateng, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, ide tersebut muncul dari banyaknya kasus pencurian sepeda motor yang masih marak terjadi. Mereka melihat, e-KTP ruoanya memiliki chip yang dapat dimanfaatkan sebagai sistem autentikasi.
"Kasus curanmor di Indonesia masih cukup banyak karena kunci kontak itu gampang dibobol pakai kunci T dan seterusnya," ujarnya.
"Nah, kita melihat peluang mungkin e-KTP selama ini hanya untuk keperluan kependudukan, fotokopi, dan sebagainya. Tapi ternyata itu sudah unggul, ada UID atau chip-nya di dalam e-KTP," lanjutnya.
Dalam sistem yang dibuat, jelas Suswan, pemilik motor mendaftarkan data e-KTP ke perangkat. Setelah terdaftar, e-KTP cukup ditempelkan ke sensor yang dipasang di motor untuk menghidupkan mesin.
"Kalau e-KTP itu sudah terdaftar, sepeda motor bisa diaktifkan dengan e-KTP. Tapi kalau ID e-KTP tidak terdaftar di sistem kami, maka sepeda motor tidak akan bisa hidup," jelasnya.
Sensor pada prototipe sementara dipasang di bawah jok motor. Ke depan, posisinya akan dipindahkan ke area dekat kunci kontak agar lebih mudah digunakan.
Ia menyebut, biaya satu perangkat prototipe yang dibuat para siswa dan guru itu diperkirakan Rp 400-600 ribu. Saat ini, sistem itu masih diuji coba menggunakan motor Mio M3 milik sekolah, dengan KTP terdaftar yakni milik dua guru pembimbing.
"Itu masih prototipe. Kalau nanti sudah bisa diproduksi massal dan ada izin, mungkin biayanya akan jauh lebih murah," katanya.
Suswan menerangkan untuk sementara motor masih bisa dinyalakan menggunakan kunci kontak maupun e-KTP. Namun jika pengembangan berhasil, sistem itu diharapkan dapat menggantikan fungsi kunci konvensional.
Ia pun berharap inovasi tersebut tak hanya menjadi sistem pengaman kendaraan, tetapi juga membuka pemanfaatan e-KTP untuk berbagai layanan digital lainnya.
(apu/apu)