Warga Kampung Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, hampir setiap pekan bergotong royong menggosok atau 'mengosek' jalanan yang terendam banjir rob. Pasalnya, bila tidak dilakukan, lumut yang tumbuh akan membuat jalan licin, dan berdampak adanya korban yang jatuh.
Pantauan detikJateng, banjir rob menggenang di sepanjang jalan RT 1-4 RW 16.
Air rob sudah mulai surut siang ini, meski di beberapa titik masih tampak rob cukup tinggi. Warga setempat juga sudah melakukan kerja bakti untuk menangani rob pagi tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalanan kampung terasa licin karena banyaknya lumut sehingga warga yang melintas harus berhati-hati. Beberapa warga tampak membersihkan lumut dengan menggosok jalan.
Salah satunya Jarwati (52), warga RT 1 RW 16 Tambakrejo. Ia tengah menggosok jalan menggunakan sikat kamar mandi.
"Setiap hari kosek terus, kapan bersihnya ya. Capek menjatuhkan orang terus rob ini," kata Jarwati kepada detikJateng di lokasi, Minggu (28/6/2026).
Ia mengatakan, kegiatan menggosok jalan itu dilakukan rutin oleh masing-masing warga. Jika tak digosok, jalanan akan semakin licin dan menjatuhkan pejalan kaki maupun pengendara motor.
"Robnya nggak mesti kapan datang, kering sebentar nanti naik lagi. Nggak mesti, kadang pagi, siang, sore. Kalau nggak dibersihkan kasihan banyak orang jatuh," tuturnya.
"Kalau bisa ya minta tolong ditinggikan jalannya dari RT 1-4 RW 16. Kemarin ada yang jatuh, sakit, nggak bisa berjalan, perwakilan pemkot ninjau tapi sampai sekarang belum ada kesepakatan," lanjutnya.
Warga Tambakrejo lainnya, Aminah (49), mengeluh jalan kampung selalu tergenang rob sehingga lumut cepat tumbuh. Akibatnya, jalan menjadi sangat licin dan membahayakan warga yang melintas.
"Rob itu tiap hari nggak berhenti-berhenti. Nggak tentu datangnya, robnya datang sak senenge dewe (seenaknya sendiri). Surut sebentar, nanti datang lagi," tuturnya.
"Jalannya nggak pernah kering lagi, jadi banyak lumutnya. Makanya bapak-bapak kerja bakti ngosek jalan," tambahnya.
Menurutnya, kegiatan membersihkan jalan dilakukan sekitar satu-dua kali dalam sepekan. Namun, lumut kembali muncul karena air rob terus datang.
"Tadi pagi ada kerja bakti pengosongan jalan. Biar nggak licin. Soalnya anak kecil pada jatuh, orang tua pada jatuh, saya sendiri juga jatuh. Motor kalau bannya sudah tipis juga bisa jatuh," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Masruroh (46), yang menambahkan rembesan air membuat jalan tak pernah benar-benar kering sehingga lumut terus bermunculan. Akibatnya, banyak warga terpeleset, termasuk anak-anak, pedagang hingga lansia.
"Kami memohon supaya jalannya segera ditinggikan. Yang dibutuhkan warga itu akses jalan supaya aman buat kerja, sekolah, ke musala," ujarnya.
"Kalau kemarin nggak ada orang mau ke musala itu jatuh, kayaknya nggak kita kosek (gosok) jalannya. Sekarang kita ngosek jalan seminggu dua kali, tangan saya juga masih kemeng (pegal)," imbuh Masruroh.
Masruroh yang berjualan di toko kelontong depan rumah itu pun mengaku sempat terjatuh saat membawa motor berisi keranjang belanjaan. Akhirnya warga setempat pun rajin menggosok jalan minimal dua kali dalam sepekan.
"Kalau setiap hari (menggosok) ya nggak kuat. Sudah beli sikat besi, dipakai dua kali saja sudah rusak. Sampai saya belikan pasir sama semen buat nutup rembesan, tapi tetap bocor lagi," tuturnya.
Masruroh mengatakan jalan licin telah menyebabkan banyak warga terjatuh, mulai dari anak-anak, pedagang hingga lansia. Bahkan, warga yang hendak menolong korban juga ikut terpeleset.
Warga saat menggosok jalanan yang terendam banjir rob di Jalan Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Minggu (28/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
"Orang jualan kembang gula pernah jatuh. Terus ada yang mau bantu, malah ikut jatuh juga. Saya sendiri juga pernah ketimpa motor waktu habis jualan," ungkapnya.
Masruroh mengungkapkan pemerintah telah beberapa kali meninjau lokasi dan pernah menjanjikan peninggian jalan. Namun, hingga kini belum seluruh ruas jalan diperbaiki.
"Kalau memang dibangun ya dibangun semua. Jangan hanya sebagian, karena yang licin hampir sepanjang jalan. Kemarin itu kami dengar yang mau dibangun jalannya cuma 300 meter, kenapa cuma 300 meter?" ucapnya.
Sementara itu, warga lainnya, Nurlaelatul Fadyiroh (40), menyebut jalan yang terus tergenang rob membuat aktivitas warga terganggu setiap hari.
"Realitanya kami merasa tidaj nyaman. Mau kegiatan apa pun selalu dihadapkan dengan air rob. Kemarin dalam satu hari ada sekitar 10 orang yang terjatuh karena jalan licin. Padahal itu akses jalan utama," kata Nurlaela.
Para warga Tambakrejo pun berharap pemerintah segera merealisasikan peninggian jalan maupun penanganan rob secara menyeluruh. Menurut mereka, kerja bakti menggosok jalan hanya menjadi solusi sementara selama rob masih terus menggenangi kawasan tersebut.
"Terakhir jalan ditinggikan itu sudah lama banget, tahun 2013 atau berapa ya, lama sekali. Sampai sekarang kalau rob bisa sampai setinggi betis, anak-anak mau sekolah saja kesusahan," ucapnya.
Simak Video "Video: Banjir Rob Rendam 5 Desa di Sidoarjo, 2 Ribu Hektare Tambak Terdampak"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)

