Kakek Purwokerto Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala, Diduga Dibunuh

Kakek Purwokerto Ditemukan Tewas dengan Luka di Kepala, Diduga Dibunuh

Anang Firmansyah - detikJateng
Sabtu, 27 Jun 2026 16:23 WIB
Polisi memasang garis polisi di rumah lansia yang ditemukan tewas penuh luka memar di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Sabtu (27/6/2026).
Polisi memasang garis polisi di rumah lansia yang ditemukan tewas penuh luka memar di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Sabtu (27/6/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas dibuat geger dengan ditemukannya seorang pria berinisial EM (67) yang tewas di dalam rumahnya. Korban diduga dibunuh karena saat ditemukan penuh luka memar di bagian kepala.

Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim, mengatakan dirinya mendapat kabar adanya warga meninggal pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu ia langsung menuju rumah korban bersama petugas keamanan lingkungan.

"Saya dibangunin, diketuk pintunya itu jam 2 pagi. Terus ke lokasi. Karena di RT ada petugas keamanan, kita musyawarah dulu. Tidak ada yang berani masuk, akhirnya sepakat melihat dari luar, difoto dulu baru keluar lagi. Tidak ada yang berani pegang jasadnya," kata Nartim saat ditemui di kediamannya, Sabtu (27/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melihat kondisi korban, Nartim mendapati adanya memar di bagian kepala. Jenazah saat itu berada di kamar tidur dan sebagian besar tubuhnya telah ditutupi kain oleh istrinya berinisial IF (61).

"Jasadnya berada di kamar tidur. Ada luka di kepala, memar di bagian kepala. Tubuhnya sudah ditutupi kain, kemungkinan sama istrinya. Untuk melihat lukanya kainnya dibuka sedikit," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kecurigaan warga semakin menguat setelah mengetahui ada darah yang mengalir dari telinga korban. Menurut Nartim, tetangga yang pertama kali melihat kondisi korban juga menilai kematiannya tidak wajar.

"Dari tetangga yang lihat pertama kali jasadnya juga sudah curiga ini meninggalnya tidak wajar. Kemungkinan besar dibunuh karena ada luka, itu ada darah mengalir dari telinga," ungkapnya.

Awalnya, kata Nartim, istri korban hanya melaporkan sepeda motor milik suaminya hilang. Namun warga kemudian melaporkan kehilangan kendaraan tersebut ke Polsek tanpa sepengetahuan istri korban.

"Menurut istrinya laporannya kehilangan sepeda motor yang di atas. Ternyata sepeda motornya memang tidak ada. Akhirnya kami laporan ke Polsek kehilangan sepeda motor tanpa sepengetahuan istrinya. Polisi datang, cek lokasi, lalu dipasang garis polisi," jelasnya.

Nartim juga mengungkapkan, sebelum polisi datang, istri korban sempat meminta warga agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan segera memakamkan korban.

"Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang," katanya.

Permintaan itu justru membuat warga semakin curiga. Menurutnya, apabila korban meninggal secara wajar, seharusnya tidak ditemukan adanya luka pada tubuh korban.

"Warga sebenarnya sudah curiga. Kalau meninggalnya wajar kan tidak ada luka, walaupun sudah lama. Kalau meninggalnya wajar tanpa bekas apa-apa," ujarnya.

Nartim menyebut korban selama ini tinggal berdua bersama istrinya. Sementara kedua anaknya berada di luar daerah, yakni di Kalimantan dan Temanggung.

"Anaknya yang pertama di Kalimantan, yang kedua di daerah Temanggung," ucapnya.

Ia juga memastikan warga tidak mendengar adanya keributan atau suara gaduh dari rumah korban sebelum jasad Eddy ditemukan.

"Tidak ada yang mendengar suara gaduh sebelumnya," katanya.

Diketahui, semasa hidup Eddy membuka usaha bengkel di rumahnya. Meski belakangan jarang menjaga bengkel karena kondisi kesehatannya menurun, usaha tersebut masih tetap beroperasi dengan dibantu seorang karyawan.

"Korban buka bengkel, kemarin masih buka. Kecuali hari Minggu tutup. Punya satu karyawan, cuma tidak tinggal di situ. Korban memang sudah sakit-sakitan, jadi jarang jaga di bengkel," ungkapnya.

Jasad korban baru dibawa ke Rumah Sakit Margono Soekarjo sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim INAFIS Polresta Banyumas.

"Tadi jasadnya baru selesai diperiksa sekitar jam setengah delapan terus di bawa ke rumah sakit," pungkasnya.

Sementara itu, saat dimintai konfirmasi, Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi membenarkan adanya peristiwa ini. Menurut dia petugas saat ini telah memeriksa rekaman CCTV untuk mengungkap penyebab korban tewas.

"Ya, ini sedang kita lakukan penyelidikan terkait dengan temuan jasad tersebut. Kita periksa jumlah saksi, kemudian kita juga periksa CCTV sekitar. Karena terdapat luka memar di wajah sebelah kanan, ini dugaannya korban pembunuhan, kematiannya disebabkan kekerasan," katanya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads