Belasan Anak di Lereng Merapi Klaten Terancam Putus Sekolah gegara Zonasi

Belasan Anak di Lereng Merapi Klaten Terancam Putus Sekolah gegara Zonasi

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Jumat, 26 Jun 2026 20:21 WIB
Kantor Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten.
Kantor Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Belasan anak warga Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten terancam putus sekolah gegara tersingkir sistem zonasi SMA Negeri Kemalang. Padahal desa-desa tersebut merupakan desa tertinggi, terakhir dan terpuncak di kawasan Gunung Merapi.

"Ya ini desa-desa terpuncak, desa terakhir di Gunung Merapi. Tidak ada SMAN kecuali SMAN Kemalang yang baru tahun ini diresmikan," ungkap tokoh masyarakat Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur kepada detikJateng, Jumat (26/6/2026) sore.

Dijelaskan Subur, data sementara ada sekitar 15 anak dari tiga desa yang tersingkir dari penerimaan murid baru. Mereka dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari Desa Tegalmulyo, Sidorejo dan Balerante sekitar 15 anak. Dari Desa Tegalmulyo sendiri ada lima orang anak," jelas Subur yang juga Kasi Perencanaan Desa Tegalmulyo.

Menurut Subur, SMAN Kemalang merupakan satu-satunya harapan karena tidak ada SMA atau SMK lain di Kecamatan Kemalang. Warga Desa Balerante sebelum ada SMAN Kemalang bisa ke SMAN di wilayah Yogyakarta perbatasan tetapi sekarang tidak bisa.

ADVERTISEMENT

"Sekarang sudah tidak bisa sebab setelah SMAN Kemalang dibuka, zonasinya juga berubah. Satu-satunya SMA ya hanya SMAN Kemalang itu," papar Subur.

Sebenarnya, sambung Subur, saat SMAN Kemalang dibuka zonasinya mencakup semua wilayah Kecamatan Kemalang. Tetapi nyatanya tidak.

"Nyatanya tidak. Justru desa paling jauh, desa terakhir dan tertinggi malah tidak masuk zonasi. Padahal sekolah swasta harus ke sekitar kota Klaten, jaraknya jauh," kata Subur.

Subur menyatakan dari sisi jarak sangat jauh dan dari sisi ekonomi pembiayaan juga berat. Sebab warga hanya petani dan buruh.

"Warga juga cuma petani dan buruh, untuk sekolah swasta di kota tidak mampu. Jalur lain padahal tidak bisa," ucapnya.

"Tadi sudah ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jateng wilayah V tapi baru mau dikoordinasikan ke pimpinan. Harapan kami ya warga di desa tertinggi tetap masuk zonasi, karena kami desa terakhir," pungkasnya.

Widasih, salah seorang orang tua mengatakan anaknya Dimas tidak bisa masuk SMAN Kemalang karena tidak masuk zonasi. Padahal SMAN Kemalang satu-satunya sekolah.

"Padahal SMAN Kemalang satu - satunya sekolah. Kepada bapak gubernur Jawa Tengah mohon bisa dimasukkan zonasi agar anak kami bisa sekolah," ungkap Widasih kepada detikJateng.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin menyatakan masalah tersebut sudah dikoordinasikan dengan cabang dinas.

"Ya sudah kami komunikasikan dengan Cabdin V untuk diberikan solusi," jawabannya saat diminta konfirmasi detikJateng.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads