Beredar narasi ada 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang disebut tidak melakukan daftar ulang. Namun, hal ini tak ditemukan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto, mengatakan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Unsoed masih sangat baik.
"Alhamdulillah, kalau di Unsoed jumlah registrasi di jalur SNBP termasuk baik. Sebanyak 97,7 persen calon mahasiswa yang diterima sudah selesai melakukan registrasi," kata Eko saat dimintai konfirmasi detikJateng, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari catatannya, total ada 3.176 calon mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP 2026. Kemudian sebanyak 3.106 orang telah menyelesaikan proses registrasi ulang.
"Yang diterima 3.176 yang registrasi 3.106. Artinya yang tidak registrasi hanya 70 orang," jelasnya.
Eko menjelaskan Unsoed tidak menerapkan sanksi khusus kepada sekolah asal peserta yang tidak melakukan registrasi ulang setelah dinyatakan lolos SNBP.
"Unsoed tidak mengeluarkan sanksi khusus bagi SMA yang siswanya tidak melakukan registrasi," ujarnya.
Pihak kampus, lanjut Eko, hanya melaporkan data peserta yang tidak melakukan registrasi kepada panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).
"Kami hanya melaporkan peserta yang tidak registrasi ke panitia pusat," jelasnya.
Dikutip dari detikEdu, anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait narasi yang beredar soal 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang.
"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6).
"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.
Respons Panitia SNPMB
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa narasi yang beredar bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP itu tidak benar.
"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," jelasnya melalui konfirmasi kepada detikEdu.
"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.
