Jalan di Dusun Bajangan, Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang amblas sejak beberapa tahun lalu. Tak hanya mengganggu lalu lintas pengendara, jalan amblas ini juga telah menelan korban jiwa.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Desa Sambirejo, Riyanto. Sudah ada satu orang yang tewas beberapa hari lalu di lokasi tersebut.
"Kemarin juga ada yang jatuh meninggal di jalannya situ, jalan kaki itu kepleset. Sudah delapan hari (lalu)," kata Riyanto melalui sambungan telepon pada detikJateng, Rabu (24/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riyanto menceritakan bahwa jalan itu amblas sejak pertengahan 2023 lalu. Penyebabnya tak lain karena tanah bergerak.
"Ambles-ambles, perlahan-lahan semakin lama ambles-ambles terus. Tanahnya jalan, gerak," ujar Riyanto.
"Panjangnya sekitar 30 meter, lebarnya empat meter. Amblasnya ya sekitar 10 meter," imbuhnya.
Riyanto menyampaikan bahwa jalan itu merupakan jalan kabupaten yang menjadi akses utama warga dari beberapa desa. Jalan tersebut juga merupakan salah satu alternatif dari Kabupaten Grobogan.
"Menghubungkan wilayah Kalikurmo, terus ke Kecamatan Pringapus, Gogodalem. Dari Kabupaten Grobogan mau ke Bringin, Salatiga bisa," terang Riyanto.
Riyanto menuturkan bahwa kewenangan perbaikan jalan tersebut berada di tangan Pemerintah Kabupaten Semarang. Saban tahun, sudah ada perbaikan sementara yang dilakukan oleh pemerintah.
"Itu kan jalan kabupaten, ya ora entuk (nggak bisa pakai) dana desa. Dari BPBD sudah ada (perbaikan sementara) pernah sekali terus dari PU itu memberikan istilahnya tanah uruk LPA (lapisan pondasi atas). Itu kalau setiap ditelepon dari PU-nya pasti dikirim," terang Riyanto.
"Tahun 2023 sekitar 11 atau bulan 10 itu sudah pernah diuruk, 2024 bulan Mei kalau enggak salah dibangun dari BPBD (jalan) sementara itu. 2025 cuma pengurukan, 2026 itu pengurukan saja. Kemarin diuruk lagi itu kaku enggak salah bulan Maret," rincinya.
Riyanto juga menerangkan bahwa rencananya tahun ini akan ada perbaikan besar-besaran. Karena kondisi eksisting jalan yang sudah tidak mungkin diselamatkan, opsi perbaikannya antara pemindahan jalan atau pembangunan jembatan di lokasi jalan saat ini.
"Dari desa sudah dapat bocoran dari Pemkab itu tahun 2026 ini kata nya mau dialihkan jalannya lewat sebelahnya. Nunggu tanda tangan dari Pak Bupati. Belum tahu (bulan apa). Tinggal nunggu penyediaan lahannya, tinggal nunggu tanda tangannya Pak Bupati saja," ungkap Riyanto.
"Tanah di bawahnya setelah dilakukan uji lab ada unsur lumpur di bawah 10 meter. Tapi enggak tahu juga kalau mungkin secara mekanisme dibuat jembatan enggak tahu, soalnya kalau jembatan yang longsor di bawahnya. Estimasi tiang-tiang jembatannya kan jauh, mungkin bisa. Tapi enggak tahu program dari kabupaten itu entah mau (dibuat) jembatan atau dipindah," imbuhnya.
Riyanto juga menyampaikan bahwa saat ini hasil perbaikan jalan sementara yang digunakan masyarakat cukup sempit dan membahayakan. Ia berharap segera ada perbaikan menyeluruh.
"Untuk sementara ya darurat itu bisa dilewati. kalau motor bisa dua, kalau mobil cuma satu, bergantian, bahaya juga kalau lewat situ," kata Riyanto.
"Harapannya secepatnya dibangun supaya masyarakatnya dalam beraktivitas tidak terganggu," pungkasnya.
(afn/apl)
