Wamenhaj Pastikan Pemeriksaan Kesehatan Calhaj Diperketat: Harus Lebih Tega

Wamenhaj Pastikan Pemeriksaan Kesehatan Calhaj Diperketat: Harus Lebih Tega

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 13:59 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyambut kedatangan Kloter 66 Jemaah Haji Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (24/6/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyambut kedatangan Kloter 66 Jemaah Haji Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (24/6/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Istithaah atau syarat kesehatan jemaah menjadi evaluasi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini. Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah akan lebih memperketat dan lebih tega terkait syarat kesehatan ini.

"Ada dua hal yang jadi evaluasi terbesar kami pertama itu adalah isu kesehatan. Jadi tentu tahun depan kami pasti akan lebih ketat," ungkat Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada para wartawan ditemui usai menerima kedatangan Kloter 66 Jemaah Haji Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Rabu (24/6/2026).

Istithaah ini menjadi hal penting, agar jumlah jemaah haji yang wafat semakin berkurang. Dia mencontohkan, untuk jemaah haji Embarkasi Solo atau Jawa Tengah, saat ini yang meninggal dunia tercatat mencapai 50-an orang lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Artinya tahun depan itu harus lebih kecil. Bila perlu tidak ada yang wafat. Nah, oleh sebab itu kami memulai dari proses istithaah di dalam negeri," ujar dia.

Disampaikan Dahnil, ke depan istithaah kesehatan jemaah akan semakin diperketat lagi. Sejumlah penyakit yang secara syarat kesehatan tidak layak untuk diberangkatkan, maka tidak boleh berangkat.

ADVERTISEMENT

"Misalnya yang kasus demensia, kasus komorbid darah tinggi, kemudian pneumonia, kemudian gagal ginjal dan sebagainya. Kami ingin pastikan itu tidak ada yang bisa berangkat. Memang kami harus lebih dalam tanda kutip lebih tega, lebih ketat. Jadi, kalau kemudian mereka tidak layak untuk berangkat, tidak boleh berangkat," tegasnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan MUI, Muhammadiyah, NU untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada umatnya. Bahwa menunaikan ibadah haji itu harus sehat, harus selamat.

Ke depan pihaknya akan ada konsep manasik kesehatan, guna memastikan kesehatan jemaah. Manasik kesehatan ini akan dioptimalkan.

"Makanya kita ada konsep nanti manasik kesehatan. Jadi manasik kesehatan ini adalah tim kesehatan kita sejak awal mendampingi jemaah supaya kemudian mereka memanasikkan kesehatan mereka. Artinya bukan hanya manasik ibadah tapi manasik kesehatan," jelas dia.

"Misalnya memastikan kesehatan mereka terjaga, ter-maintenance, kemudian punya kebiasaan jalan kaki, olahraga. Kenapa? Karena 95% kegiatan ibadah haji itu adalah kegiatan dan fisik. Kalau fisiknya tidak siap, maka nanti itu akan berdampak buruk terhadap keselamatan mereka di Tanah Suci. Jadi manasik kesehatan itu adalah pendekatan yang akan kami maksimalkan tahun depan," sambungnya.

Minta Asrama Haji Donohudan Direnovasi

Dikemukakan dia, hingga saat ini, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 300 orang lebih. Paling banyak dari Jawa Timur, kemudian Jawa Tengah. Karena jumlah jemaah haji dari kedua provinsi ini, yang paling banyak. Jumlah jemaah terbesar di Jawa Timur, dan terbesar nomor 2 Jawa Tengah.

"Kemudian yang juga jadi perhatian saya itu Asrama Haji," lanjut Dahnil.

Dahnil mengungkapkan, pihaknya sudah berbicara beberapa kali dengan Gubernur Jawa Tengah, agar Asrama Haji Donohudan dilakukan renovasi. Sebab menurutnya Asrama Haji Donohudan lebih jelek dibanding asrama haji di daerah lain.

"Pemprov harus segera merenovasi, supaya lebih layak karena terus terang saya sering sampaikan kepada Pak Dafitri dan kepala UPT, untuk asrama yang besar. Ini asramanya termasuk yang, mohon maaf ya, apa di bandingkan dengan asrama yang lain itu jauh lebih lebih jelek. Misalnya asrama-asrama yang jemaahnya besar, ini termasuk yang jelek. Oleh sebab itu saya meminta kepada Pemerintah Daerah untuk meng-upgrade segera," katanya.

"Itu opsi pertamanya. Opsi keduanya bila perlu ya bisa kita bicarakan supaya kemudian bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah Pusat pengelolaannya. Jadi, pertama tentu kita berharap ada upgrade segera. Karena kan jemaah terbesar nih Jawa Tengah. Kemudian kedua asrama hajinya bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Pusat supaya pengelolaannya apakah bersama dengan pemerintah pusat atau diserahkan kepada pemerintah pusat. Nanti kami akan bicarakan serius ini dengan gubernur, karena Jawa Tengah ini kan jemaahnya terbesar, maka harus dapat perhatian juga serius," tandas Dahnil.



(afn/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads