Niat Puasa Asyura 10 Muharram Lengkap Jam Baca dan Keistimewaannya

Niat Puasa Asyura 10 Muharram Lengkap Jam Baca dan Keistimewaannya

Nur Umar Akashi - detikJateng
Rabu, 24 Jun 2026 17:02 WIB
Muslim woman in hijab raises her hands in prayer before enjoying an iftar meal at home. Quiet ritual reflects devotion, gratitude, and the meaningful pause observed before breaking fast during Ramadan evening.
Ilustrasi Membaca Niat Puasa Asyura (Foto: Getty Images/golfcphoto)
Solo -

Puasa Asyura 10 Muharram tidak lama lagi akan mengetuk pintu umat Islam. Persiapan yang matang agar mampu mengerjakannya sebaik mungkin diperlukan, termasuk mengetahui bacaan niat puasa Asyura.

Dalam syariat Islam, niat adalah perkara fundamental. Ketiadaan niat membuat ibadah tidak ada bedanya dengan kegiatan atau kebiasaan biasa yang tak bernilai.

Saking pentingnya, para ulama termasyhur memasukkan hadits tentang niat di urutan pertama kitab mereka. Dilansir buku 40 Amalan Ringan Berpahala Besar oleh Iyadah Bin Ayyub Al-Kubaisi, contohnya, hadits pertama Shahih Bukhari berbunyi:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya suatu pekerjaan itu tergantung niatnya, dan yang didapat oleh seseorang itu sesuai dengan niatnya maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya dan barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan niatnya."

Usai memahami urgensi niat, detikers tentu jadi bertanya-tanya mengenai bacaan niat puasa Asyura. Sebagai persiapan, simak lafal Arab, Arab Latin, dan artinya melalui uraian di bawah ini, yuk!

ADVERTISEMENT

Niat Puasa Asyura 10 Muharram

Diambil dari laman NU Banten, niat puasa Asyura tanggal 10 Muharram adalah:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ غَدٍ ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω ِعَا شُورَاؑ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin an-ada'i sunnnatil-asyura lillaahi ta'aalaa.

Arti: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."

Jam Berapa Baca Niat Puasa Asyura 10 Muharram?

Sebagaimana detikers ketahui, waktu pergantian hari kalender Hijriah berbeda dengan Masehi. Kalender Hijriah berganti hari ketika Matahari terbenam, bukan tengah malam.

Lebih lanjut, tahun ini, pemerintah dan Muhammadiyah kompak menetapkan 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Dengan demikian, terhitung sejak maghrib pada Rabu, 24 Juni 2026, hari Asyura 10 Muharram dimulai.

Sejak momen pergantian hari itulah, detikers dapat berniat puasa Asyura di hati. Atau, jika mengikuti pendapat sunnahnya membaca niat, melafalkannya. Batas akhir niat puasa Asyura adalah sebelum terbit fajar yang ditandai dengan adzan Subuh.

Bukankah puasa Asyura itu sunnah sehingga bisa menyusulkan niat pagi hari? Berdasarkan keterangan di buku Catatan Fikih Puasa Sunnah oleh Hari Ahadi, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk puasa sunnah mutlak.

Adapun untuk puasa sunnah yang waktunya terikat, seperti Asyura (10 Muharram), waktu berniatnya sama dengan puasa wajib. Apabila terlewat dan baru menyusulkan setelah fajar berlalu, maka puasanya tetap sah, tetapi bukan sebagai puasa Asyura.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Keistimewaan Puasa Asyura 10 Muharram

Ada beberapa keistimewaan puasa Asyura yang tak dimiliki puasa lain. Ini poin penting dan dalil yang mendasarinya:

1. Menghapus Dosa Kecil Setahun yang Lalu

Seorang muslim yang mengerjakan puasa Asyura akan mendapat pengampunan dosa setahun lalu. Dikutip dari buku Tangisan Wanita yang Bertaubat oleh Majdi Muhammad Asy-Syahawi, Nabi SAW pernah bersabda:

ΩŠΩΩƒΩΨ± Ψ§Ω„Ψ³Ω†Ψ© Ψ§Ω„Ω…Ψ§ΨΆΩŠΨ©

Artinya: "Dia (puasa Asyura) menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu." (HR Muslim no 1162, Abu Dawud no 2425, Tirmidzi no 767, an Nasa'i no 2813, dan selainnya)

2. Puasa yang Semangat Dikerjakan Nabi SAW

Nabi Muhammad SAW diketahui sangat bersemangat dalam mengerjakan puasa Asyura. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:

Ω…ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΨ£ΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩŽΨ¨ΩΩŠΩ‘ΩŽ Ψ΅ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ‰ اللهُ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ يَΨͺΩŽΨ­ΩŽΨ±ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ΅ΩΩŠΩŽΨ§Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΩΩŽΨΆΩ‘ΩŽΩ„ΩŽΩ‡Ω ΨΉΩŽΩ„Ω‰ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±ΩΩ‡Ω Ψ₯ΩΩ„Ω‘ΩŽΨ§ Ω‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَاشُورَاَؑ ΩˆΩŽΩ‡ΩŽΨ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω†ΩΩŠ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ

Artinya: "Aku tidak pernah melihat Nabi SAW benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan puasa bulan Ramadan." (HR Bukhari no 2006 dan Muslim no 1132)

3. Memiliki Pahala Berlipat Ganda

Setiap amal kebaikan yang dikerjakan pada bulan-bulan terhormat (haram) akan dilipatgandakan balasannya. Dengan seizin Allah SWT, pahala besar itu juga diberikan kepada umat Islam yang mengerjakan puasa Asyura.

Alasannya, puasa Asyura jatuh pada 10 Muharram dan Muharram sendiri adalah 1 dari 4 bulan haram. Dinukil dari laman NU Jombang, Imam al-Baghawi menjelaskan:

Ψ§Ω„ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ψ΅Ω‘ΩŽΨ§Ω„ΩΨ­Ω Ψ£ΩŽΨΉΩ’ΨΈΩŽΩ…Ω Ψ£ΩŽΨ¬Ω’Ψ±Ω‹Ψ§ فِي Ψ§Ω„Ω’Ψ£ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩΨ±Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ±ΩΩ…ΩΨŒ ΩˆΩŽΨ§Ω„ΨΈΩ‘ΩΩ„Ω’Ω…Ω ΩΩΩŠΩ’Ω‡ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ£ΩŽΨΉΩ’ΨΈΩŽΩ…Ω Ω…ΩΩ†ΩŽ الظُّلْمِ ΩΩΩŠΩ’Ω…ΩŽΨ§ Ψ³ΩΩˆΩŽΨ§Ω‡ΩΩ†Ω‘ΩŽ

Artinya: "Amal shalih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram. Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya." (Ma'alimut Tanzil fi Tafsiril Qur'an)

Nah, itulah niat puasa Asyura 10 Muharram beserta penjelasan waktu membaca dan keistimewaannya. Yuk amalkan!



(num/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads