Puasa Asyura adalah amalan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dikerjakan tiap 10 Muharram. Tahun ini, 10 Muharram bertepatan dengan 25 atau 26 Juni 2026?
Dilansir buku Fikih Puasa Ramadhan, I'tikaf, Dan Lailatul Qadar oleh Wafi Marzuqi Ammar, dulunya, puasa Asyura diwajibkan sebelum syariat puasa Ramadhan diturunkan. Abdullah bin Umar RA berkata:
"Adalah puasa Asyura biasa dilakukan orang-orang Jahiliah. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan, Nabi SAW bersabda: 'Barang siapa berkehendak silakan berpuasa Asyura dan barang siapa berkehendak silakan tidak berpuasa.'" (HR Bukhari)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak wajib, puasa Asyura menyimpan keutamaan besar sehingga sayang jika dilewatkan begitu saja. Apakah detikers berencana mengerjakannya? Cari tahu jadwal pastinya dulu, yuk!
Puasa Asyura 25 atau 26 Juni 2026?
Untuk mengetahui puasa Asyura pada 25 atau 26 Juni, detikers mesti mengecek tanggal 1 Muharram 1448 H terlebih dahulu. Menariknya, tahun ini ada 2 versi awal Muharram 1448 H.
Muhammadiyah dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)-nya menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026. Begitu juga pemerintah dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan Kementerian Agama.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU) di sisi lain meneken 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026. Sebabnya, berdasar pemantauan pada Senin malam, 15 Juni 2026, hilal tidak terlihat sehingga Dzulhijjah digenapkan 30 hari.
"Sebagai tindak lanjutnya maka awal bulan Muharram 1448 H bertepatan dengan Rabu Kliwon 17 Juni 2026 M (mulai malam Rabu) atas dasar istikmal," bunyi penjelasan di Pengumuman Nomor: 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 yang diunggah Instagram @falakiyahnu.
Apabila mengikuti penanggalan pemerintah dan Muhammadiyah, 10 Muharram 1448 H jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Di sisi lain, ketetapan NU membuat hari Asyura berbarengan dengan Jumat, 26 Juni 2026.
Akhir kata, puasa Asyura 2026 bisa jatuh pada 25 atau 26 Juni, tergantung ikut tanggalan siapa. Wallahu a'lam bish-shawab.
Derajat Pengerjaan Puasa Asyura
Berdasar keterangan di buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa oleh Ustadz Ali Amrin al-Qurawy, Imam as-Syaukani dan Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan adanya derajat atau tingkatan dalam pengerjaan puasa Asyura. Begini rinciannya:
- Derajat 1: Puasa tanggal 10 Muharram saja
- Derajat 2: Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram
- Derajat 3: Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram
Mengenai puasa 9 Muharram, memang sudah ada sunnah dari Nabi Muhammad SAW. Dalam sejarahnya, setelah mengetahui umat Yahudi juga berpuasa pada 10 Muharram, Nabi Muhammad SAW ingin menyelisihi dengan puasa tanggal 9 Muharram tahun depan.
Belum sampai 9 Muharram itu tiba, Nabi Muhammad SAW sudah meninggal dunia. Meski begitu, niatannya sudah cukup menjadi dasar umat Islam untuk berpuasa tanggal 9 Muharram yang dikenal dengan nama puasa Tasua.
Adapun puasa 11 Muharram, dasarnya adalah hadits:
"Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisihilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelum atau sesudahnya." (HR Bukhari)
Di samping mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW, puasa pada 9, 10, dan 11 Muharram memberikan 'jaminan' mendapat puasa Asyura. Dengannya, detikers tidak perlu khawatir terlewat puasa pada 10 Muharram karena kesalahan penetapan awal bulan.
Keistimewaan Puasa Asyura 10 Muharram
Dirujuk dari buku Cerdas Intelektual dan Spiritual dengan Mukjizat Puasa: Ragam Jenis Puasa Sunnah untuk Kesuksesan Akademikmu karya Ustadz Yazid al-Busthomi, Nabi SAW diketahui selalu sangat bersemangat untuk berpuasa Asyura. Ibnu Abbas RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah benar-benar perhatian dan menyengaja untuk berpuasa yang ada keutamaannya daripada puasa hari ini, hari Asyura, dan bulan Ramadhan." (HR Bukhari)
Ini menunjukkan puasa Asyura benar-benar punya kelebihan. Saking istimewanya, Nabi SAW tak mau melewatkannya begitu saja.
Keistimewaan lain puasa Asyura adalah menghapus dosa setahun lalu. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu." (HR Muslim)
Tak berhenti sampai sana, dengan seizin Allah SWT, pahala berlipat ganda akan diberikan kepada umat Islam yang berpuasa Asyura. Mengingat, hari Asyura terletak pada bulan Muharram, bulan terhormat yang padanya amal kebaikan dibalas dengan pahala lebih besar.
Kalender Muharram 1448 H 2 Versi
Supaya detikers dapat menjalani Muharram secara maksimal, di bawah ini 2 versi kalendernya.
Versi Pemerintah-Muhammadiyah
Sebagai catatan, kalender pemerintah menulis Muharram 1448 H memiliki 30 hari. Di sisi lain, KHGT Muhammadiyah menyebut 29 hari saja.
- 1 Muharram 1448 H: Selasa, 16 Juni 2026
- 2 Muharram 1448 H: Rabu, 17 Juni 2026
- 3 Muharram 1448 H: Kamis, 18 Juni 2026
- 4 Muharram 1448 H: Jumat, 19 Juni 2026
- 5 Muharram 1448 H: Sabtu, 20 Juni 2026
- 6 Muharram 1448 H: Minggu, 21 Juni 2026
- 7 Muharram 1448 H: Senin, 22 Juni 2026
- 8 Muharram 1448 H: Selasa, 23 Juni 2026
- 9 Muharram 1448 H: Rabu, 24 Juni 2026
- 10 Muharram 1448 H: Kamis, 25 Juni 2026
- 11 Muharram 1448 H: Jumat, 26 Juni 2026
- 12 Muharram 1448 H: Sabtu, 27 Juni 2026
- 13 Muharram 1448 H: Minggu, 28 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
- 16 Muharram 1448 H: Rabu, 1 Juli 2026
- 17 Muharram 1448 H: Kamis, 2 Juli 2026
- 18 Muharram 1448 H: Jumat, 3 Juli 2026
- 19 Muharram 1448 H: Sabtu, 4 Juli 2026
- 20 Muharram 1448 H: Minggu, 5 Juli 2026
- 21 Muharram 1448 H: Senin, 6 Juli 2026
- 22 Muharram 1448 H: Selasa, 7 Juli 2026
- 23 Muharram 1448 H: Rabu, 8 Juli 2026
- 24 Muharram 1448 H: Kamis, 9 Juli 2026
- 25 Muharram 1448 H: Jumat, 10 Juli 2026
- 26 Muharram 1448 H: Sabtu, 11 Juli 2026
- 27 Muharram 1448 H: Minggu, 12 Juli 2026
- 28 Muharram 1448 H: Senin, 13 Juli 2026
- 29 Muharram 1448 H: Selasa, 14 Juli 2026 (akhir Muharram Muhammadiyah)
- 30 Muharram 1448 H: Rabu, 15 Juli 2026 (akhir Muharram pemerintah)
Versi NU
Akhir Muharram 1448 H versi NU belum bisa dipastikan sekarang jua. Sebab, penetapannya baru akan dilakukan usai pemantauan hilal Safar akhir Muharram mendatang.
- 1 Muharram 1448 H: Rabu, 17 Juni 2026
- 2 Muharram 1448 H: Kamis, 18 Juni 2026
- 3 Muharram 1448 H: Jumat, 19 Juni 2026
- 4 Muharram 1448 H: Sabtu, 20 Juni 2026
- 5 Muharram 1448 H: Minggu, 21 Juni 2026
- 6 Muharram 1448 H: Senin, 22 Juni 2026
- 7 Muharram 1448 H: Selasa, 23 Juni 2026
- 8 Muharram 1448 H: Rabu, 24 Juni 2026
- 9 Muharram 1448 H: Kamis, 25 Juni 2026
- 10 Muharram 1448 H: Jumat, 26 Juni 2026
- 11 Muharram 1448 H: Sabtu, 27 Juni 2026
- 12 Muharram 1448 H: Minggu, 28 Juni 2026
- 13 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Rabu, 1 Juli 2026
- 16 Muharram 1448 H: Kamis, 2 Juli 2026
- 17 Muharram 1448 H: Jumat, 3 Juli 2026
- 18 Muharram 1448 H: Sabtu, 4 Juli 2026
- 19 Muharram 1448 H: Minggu, 5 Juli 2026
- 20 Muharram 1448 H: Senin, 6 Juli 2026
- 21 Muharram 1448 H: Selasa, 7 Juli 2026
- 22 Muharram 1448 H: Rabu, 8 Juli 2026
- 23 Muharram 1448 H: Kamis, 9 Juli 2026
- 24 Muharram 1448 H: Jumat, 10 Juli 2026
- 25 Muharram 1448 H: Sabtu, 11 Juli 2026
- 26 Muharram 1448 H: Minggu, 12 Juli 2026
- 27 Muharram 1448 H: Senin, 13 Juli 2026
- 28 Muharram 1448 H: Selasa, 14 Juli 2026
- 29 Muharram 1448 H: Rabu, 15 Juli 2026
- 30 Muharram 1448 H: Kamis, 16 Juli 2026
Nah, itulah jawaban dari pertanyaan puasa Asyura tanggal 25 atau 26 Juni 2026. Semoga membantu, ya, Lur!
(num/ahr)
