ODGJ di Pekalongan Tusuk Kakak dan Ponakan, 1 Korban Tewas

ODGJ di Pekalongan Tusuk Kakak dan Ponakan, 1 Korban Tewas

Robby Bernardi - detikJateng
Selasa, 23 Jun 2026 23:03 WIB
TKP ODGJ tusuk kakak dan keponakan di Pekalongan.
TKP ODGJ tusuk kakak dan keponakan di Pekalongan. Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Dua warga Desa Treteban, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menjadi korban penusukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Selasa (23/6) petang. Akibat kejadian itu, seorang korban meninggal dunia, sedangkan satu lainnya mengalami luka-luka.

Dua korban penusukan yakni Ruah (68) dan Darmanah (37) yang merupakan bapak dan anak. Sedangkan pelaku adalah Sapari (62) yang tidak lain adalah adik dari korban yang selama ini tinggal satu rumah dengan korban.

Pelaku saat ini sudah diamankan petugas kepolisian di Mapolsek Wiradesa. Pelaku penderita ODGJ menahun yang kerap kambuh dan mengancam keluarga. Kepala Desa Treteban, Pronisah, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga Selasa (23/6) sore mengenai adanya peristiwa penganiayaan yang berujung penusukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sekitar sorean ditelepon warga, diberi informasi bahwa Pak Ruah ditusuk oleh Pak Sapari. Setelah itu saya menghubungi perangkat desa dan mendatangi lokasi," ujarnya saat ditemui detikJateng di lokasi, Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

Saat tiba di lokasi, kata Pronisah, korban yang kemudian meninggal dunia diketahui telah dibawa menuju fasilitas kesehatan oleh warga. Selain Ruah, terdapat satu korban lain yakni Darmanah (37), yang merupakan anak korban sekaligus keponakan terduga pelaku. Darmanah juga mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Menurut Pronisah, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari warga, aksi penganiayaan tersebut dilakukan menggunakan pisau dapur. Bahkan, pisau yang diduga digunakan sebagai alat penyerangan ditemukan dalam kondisi bengkok.

Ia juga mengungkapkan bahwa korban meninggal mengalami luka serius di bagian kepala dan perut. Saat melihat kondisi korban di rumah sakit, luka yang diderita dinilai sangat parah.

"Saya melihat ada luka di bagian kepala hingga tengkoraknya pecah, kemudian luka di perut yang cukup parah," katanya.

Sementara itu, korban selamat, Darmanah, mengalami luka di bagian kepala, punggung, dan tubuh akibat tusukan maupun goresan benda tajam. Meski demikian, kondisinya dilaporkan masih dapat ditangani oleh tim medis.

Dari informasi yang dihimpun, hubungan antara pelaku dan korban masih satu keluarga. Ruah merupakan kakak kandung Sapari, sedangkan Darmanah adalah anak dari Ruah atau keponakan pelaku.

Hingga kini, motif pasti penyerangan masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum dapat meminta keterangan dari saksi utama karena korban selamat masih menjalani perawatan.

Pronisah menyebutkan, sebelum kejadian tidak ada laporan konflik terbuka antara pelaku dan korban. Namun, sejumlah warga mengaku melihat perubahan perilaku Sapari dalam beberapa waktu terakhir yang dinilai lebih emosional dibanding biasanya.

"Kalau penyebabnya saya belum tahu. Tidak ada laporan perselisihan sebelumnya. Namun beberapa warga memang pernah melihat yang bersangkutan lebih emosional," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Sapari pernah mengalami gangguan kejiwaan beberapa tahun lalu. Meski demikian, dalam kesehariannya pelaku dinilai telah mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara normal dengan masyarakat.

Pelaku yang berhasil diamankan polisi di Mapolsek, langsung didatangi warga. Warga berharap agar pelaku jangan dilepaskan karena sering kuat-kumatan.

"Sering kumat, karena dia ODGJ yang tidak mampu, jadi enggak terawat. Ya, Harapannya warga, 100% tidak menerima kalau dibebaskan, warga sangat terancam," kata Sunardi warga Tratebang.

Menurutnya pelaku sendiri pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Namun hanya 4 bulan.

Sementara itu, Kapolsek Wiradesa, Iptu Maman Sugiarto, saat ditemui di Mapolsek Wiradesa, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada pukul 17. 45 WIB.

"Kami mendapat laporan bahwa ada warga meninggal dunia karena penganiayaan dengan penusukan oleh salah seorang famili, kami langsung menuju rumah sakit, mengecek kondisi korban, dan memang ada dua korban; yang satu meninggal dunia jenis kelamin laki-laki dan satu perempuan atau wanita luka-luka," ungkapnya.

Aksi penganiayaan berujung penusukan dengan menggunakan pisau dapur itu diduga pelaku kumat.

"Pemicunya kemungkinan karena si pelaku ini, terduga pelaku, mengalami gangguan kejiwaan. Jadi, mungkin pas waktu kambuh menyerang keluarga sendiri," ungkap Maman.

Pihaknya saat ini masih mendalami peristiwa tersebut, satu korban selamat belum bisa dimintai keterangan. Sedangkan pelaku telah diamankan pihaknya.

"Alhamdulillah, kami sudah berhasil evakuasi dari TKP karena warga tidak berani menyentuh dan berhasil kami amankan di Mapolsek Wiradesa," katanya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads