Dua karyawan perusahaan furniture di Jalan Mlese-Trucuk, Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten tertimpa lempeng marmer di atas truk. Proses evakuasi dilakukan dibantu alat karena mereka tertimpa marmer seberat sekitar 2 ton.
Korban diketahui bernama Sriyanto (35) dan Ogi (33). Personel regu 2 Damkar Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Nanda Surya M menjelaskan sekitar pukul 14.20 WIB pihaknyanya menerima laporan ada dua karyawan tertimpa muatan.
"Karyawan yang sedang menurunkan muatan tidak sengaja muatan jatuh. Muatannya jatuh menimpa bawah lutut," ungkap Nanda kepada wartawan di lokasi, Sabtu (20/6/2026) sore di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Nanda, ketika tiba di lokasi tim melakukan asesmen lebih dulu karena berat bendanya. Dilakukan evakuasi dengan mengangkat marmer lebih dulu.
"Kita lakukan pembukaan agar beban yang menimpa bisa diangkat ke atas. Butuh waktu sekitar 20 menit karena beratnya muatan antara 1-2 ton," jelasnya.
"Kalau kendala tidak ada meskipun dengan peralatan yang ada. Bisa dievakuasi dan dibawa ke RSI," imbuhnya.
Kabid Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino menyatakan evakuasi penanganan selesai pukul 15.15 WIB.
"Bisa dievakuasi selamat dibawa ke RS. Dari keterangan sebelumnya karyawan menurunkan marmer, setelah sebelas marmer turun selanjutnya akan menurunkan marmer yang ke 12," terang Sumino.
Ketika forklift ke belakang, ungkap Sumino, mengakibatkan gesekan sehingga marmer sebelah kanan menimpa Ogi yang posisi paling depan. Dia sempat menghindar dan tertimpa sedikit. Sedang Sriyanto posisi tertimpa marmer di bagian kedua kaki.
"Tertimpa marmer di bagian kedua kaki serta kaki kanan posisi menekuk sehingga mengeluarkannya meminta bantuan personel Damkar. Sekitar satu jam karyawan bisa diselamatkan dari posisi terjepit," lanjut Sumino.
"Sriyanto luka kaki memar, lemas, sadar, rawat jalan RSU Islam Klaten. Yang satu luka kaki kanan memar, lemas, sadar, rawat jalan RSI," jelas Sumino.
Dwi Sutomo, selaku HRD perusahaan itu mengatakan kejadian 13.30 WIB saat menurunkan muatan. Kemungkinan karena penjepit forklift kurang kencang.
"Karena penjepitnya kurang kenceng atau apa sehingga menimpa muatan yang lain. Dua orang, satu terjepit sedikit sedikit, satunya kita minta bantuan Damkar," kata Dwi.
"Muatannya marmer. Marmer itu mau diturunkan," imbuhnya.
