Para pedagang daging sapi di Magelang melakukan aksi mogok berjualan mulai Kamis (18/6). Aksi yang akan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (20/6) ini sebagai bentuk protes naiknya harga daging.
Tidak adanya pedagang yang berjualan membuat kondisi lapak pedagang di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang kosong melompong. Begini penampakannya.
Dari pantauan detikJateng, sekitar pukul 07.38 WIB, los daging yang berada di lantai 2 Pasar Rejowinangun sangat sepi. Tidak nampak adanya aktivitas transaksi jual beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lapak-lapak pedagang terlihat talenan atau kayu untuk alas mencacah daging. Tetapi, para pedagang maupun daging yang dijual tidak terlihat. Sementara di sudut lainnya, aktivitas pedagang masih berjalan normal seperti biasanya.
Pengunjung pasar juga sesekali tampak melintas di lapak daging. Sebelum melakukan aksi mogok jualan, para pedagang sudah menyampaikannya kepada para pelanggan. Terutama para pemilik warung makan dan pedagang bakso.
Penampakan los daging di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Kamis (18/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
Tetapi, bagi sebagian pembeli yang tidak mengetahui rencana aksi itu harus kecele karena tidak mendapatkan daging sapi. Seperti yang dirasakan oleh salah seorang pengunjung pasar Elsa (50).
Esla mengaku tidak tahu jika para pedagang daging sapi akan libur hari ini.
"Saya belum tahu kalau pedagang libur. Rencana mau beli buat konsumsi saja," kata Elsa (50), warga Ganten, Kota Magelang saat ditemui di Pasar Rejowinangun, Kamis (18/6/2026).
Elsa tadinya berencana membeli daging sapi untuk lauk hari ini. Tetapi, karena tidak ada yang jualan, ia pun terpaksa mencari alternatif masakan lain.
"Buat lauk pauk. Ya mengubah menu saja," ucap Elsa.
Salah satu pedagang mi ayam bakso, Pak Katon, mengaku sudah mengetahui kabar aksi ini sebelumnya. Ia pun sudah menyetok daging giling untuk kebutuhan jualannya.
"Kalau saya nyetok. Sebelumnya sudah diberi tahu. Kemarin giling 8 kg daging buat bakso," kata penjual mi ayam Iskaton (50).
Ia ke Pasar Rejowinangun hari ini untuk kulakan mi ayam dan lain-lainnya.
"Saya ke sini beli mi dan lain-lain. Biasanya sehari beli 2 kg daging, kemarin beli 8 kg. Dari 2 kg daging itu jadi sekitar 190 biji bakso," ujarnya yang berjualan di Ngembik, Kota Magelang.
Penampakan los daging di Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Kamis (18/6/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng |
Informasi diperoleh detikJateng, aksi mogok jualan pedagang daging sapi bukan hanya di Pasar Rejowinangun. Namun, juga di Pasar Gotong Royong Kota Magelang, Pasar Borobudur Kabupaten Magelang, Pasar Kaliangkrik Kabupaten Magelang dan lainnya.
Diketahui sebelumnya, para pedagang daging sapi bakal mogok jualan mulai Kamis hingga Sabtu sebagai protes terhadap kenaikan harga daging.
"Salah satunya menekan harga daging sapi yang akhir-akhir ini selalu naik, naik dan naik. Malah sepertinya mahal saat ini daripada saat Lebaran. (Naik) Karena kelangkaan sapi," ujar salah satu bakul daging sapi, Istiyah (62), Rabu (17/6).
(apl/dil)


