Pedagang Daging Sapi di Magelang Mogok Jualan Hari Ini

Pedagang Daging Sapi di Magelang Mogok Jualan Hari Ini

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 06:30 WIB
ilustrasi penjual daging sapi jelang Lebaran
ilustrasi penjual daging sapi. Foto: Mutiara Helia Praditha
Magelang -

Pedagang daging sapi di Kota Magelang akan melakukan aksi mogok jualan selama tiga hari mulai hari ini, Kamis (18/6) hingga Sabtu (20/6). Aksi ini dilakukan para pedagang sebagai protes terhadap naiknya harga daging sapi.

Salah satu pedagang daging sapi, Istiyah (62), mengatakan mogok berjualan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (18/6) sampai Sabtu (20/6).

"Salah satunya menekan harga daging sapi yang akhir-akhir ini selalu naik, naik dan naik. Malah sepertinya mahal saat ini daripada saat Lebaran. (Naik) Karena kelangkaan sapi," kata Istiyah, Rabu (17/6/2026).

Istiyah mengatakan, pasokan daging sapi bukan hanya dari sekitar Magelang, ada juga dari Boyolali.

"Kalau ambil sini semua harganya nggak sampai. Kalau dari Boyolali (harga) turun sedikit," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, Agus Dwi Windarto, mengatakan para jagal sementara waktu tidak menyembelih sapi di RPH.

"Ini secara otomatis kan stok daging tiga hari di pasar induk akan berkurang. Antisipasi kami dari dinas mengimbau kepada masyarakat agar sementara waktu bisa mengalihkan kebutuhan protein bisa disuplai selain dari daging sapi. Bisa beralih ke kambing, ikan segar, ayam dan sebagainya," kata Agus.

"Kami dari Tim Disperpa yang terdiri dari dokter hewan dan sebagainya akan memantau kondisi di lapangan. Jangan sampai momentum tiga hari yang kami prediksi pasokan dagingnya nanti berkurang akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab memasukkan daging yang tidak Asuh (aman, sehat, utuh dan halal). Tim kami akan melakukan pengawasan selama tiga hari," ujar Agus.

Agus menambahkan, sudah merapatkan dengan OPD terkait khususnya Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM).

"DPPKUM sudah menyikapi terkait dengan ketersediaan daging di pasar kemungkinan akan berkurang. Mereka antisipasi juga koordinasi dengan ritel-ritel modern," tambahnya.

"Tadi terinformasi dari (ritel modern) juga banyak sekali stok daging sapi di sana. Nanti masyarakat juga bisa beralih membeli di ritel modern masih tersedia," lanjutnya.

Kebutuhan daging sapi di Kota Magelang, kata Agus, rata-rata sesuai dengan jumlah penduduk di Kota Magelang per hari membutuhkan sekitar 1 sampai 1,5 ton untuk kebutuhan konsumsi daging.

"Ya pasar paling besar di Rejowinangun, tetapi pusat distribusi daging di Pasar Gotong Royong," pungkasnya.

ADVERTISEMENT



Sementara itu, langkah antisipasi dilakukan oleh para pedagang bakso di Magelang. Salah satu penjual bakso kerikil, Pak Bendot, mengatakan dirinya telah menyiapkan stok untuk mencukupi penjualan mulai dari Kamis (18/6) hingga Sabtu (20/6).

"Ini kita nyetok kira-kira buat hari Sabtu. Karena liburnya (pedagang) Kamis, Jumat, Sabtu. Dan tidak boleh ada transaksi di hari itu, jadi pedagang nggak boleh jualan," kata Heni Kristiani, pelayan di bakso kerikil Pak Bendot di Taman Badaan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (17/6).

"Jadi kita nyetok bakso. Dari kulakan kira-kira sampai Sabtu. Beli ada daging, urat. Hari ini beli banyak, urat saja sudah 15 kg (belum daging). Langsung dibuat bakso," sambungnya.

Heni mengatakan, pembelian daging dilakukan di Pasar Rejowinangun.

"Kan kita nggak pakai pengawet. Jadi kalau memang di-freezer ya sudah beku (baksonya). Kalau di-freezer awet," tambahnya.




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads