Toko Bunga di Randusari Semarang Terbakar

Toko Bunga di Randusari Semarang Terbakar

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 23:11 WIB
Kebakaran toko bunga di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Randusari, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026) malam.
Kebakaran toko bunga di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Randusari, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026) malam. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Kebakaran terjadi di sebuah toko bunga di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, malam ini. Sumber api diduga akibat korsleting.

Pantauan detikJateng di lokasi sekitar pukul 22.20 WIB, tampak ruangan di lantai dua toko bertulisan 'Pondok Bunga Laris' itu sudah terbakar. Barang-barang seperti kulkas, meja, kain mori, hingga nisan sudah diletakkan di bagian depan toko.

Warga masih tampak berkerumun di lokasi. Sementara itu dua armada Damkar Kota Semarang sedang melakukan pendinginan di obyek yang terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang warga sekaligus saksi, Dani (34) mengatakan kepulan asap terlihat sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu dirinya sedang berada di warung yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Tadi sekitar setengah jam yang lalu ada kepulan asap di lantai dua. Posisi ruko kosong, nggak ada orang," kata Dani kepada detikJateng, Kamis (18/6/2026) malam.

ADVERTISEMENT
Kebakaran toko bunga di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Randusari, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026) malam.Kebakaran toko bunga di Jalan Kyai Saleh, Kelurahan Randusari, Kota Semarang, Kamis (18/6/2026) malam. Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Menurutnya, kebakaran itu pertama kali diketahui setelah warga di sekitar ruko berteriak melihat asap dan mencium bau terbakar. Warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.

"Saya lagi di warung kucingan, terus ruko sebelah itu teriak-teriak, ada kebulan bau kebakar, langsung lah ada yang panggil damkar," ucapnya.

Dani menyebut, api hanya terlihat di bagian lantai dua. Saat kejadian, ruko itu sedang kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Kayaknya sudah tutup sekitar semingguan. Biasanya masih ada yang jaga. Kalau yang terbakar di lantai dua itu seperti perlengkapan kematian," ujarnya.

Saksi lainnya, Fariz (41), mengatakan dirinya dan warga lain sempat berusaha memadamkan api menggunakan air menggunakan ember.

"Kaca-kacanya dari atas jatuh semua. Saya sama yang lain mau naik nggak berani, akhirnya nyemburin air pakai ember dari bawah," kata Fariz.

Ia menuturkan, sesaat sebelum kebakaran terjadi, anak pemilik ruko masih berada di lokasi dan sempat memutar musik sebelum meninggalkan bangunan.

"Anaknya yang punya ini nyetel musik, terus ditinggal sebentar. Tahu-tahu kebakaran," ujarnya.

"Langsung panik semua, untung nggak kena bangunan sampingnya. Karena sampingnya koperasi simpan pinjam," lanjutnya.

Sementara itu Komandan Pleton Damkar Kota Semarang, Agoes mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah mendapat laporan, dua unit mobil pemadam langsung diterjunkan ke lokasi.

"Kita menerima info laporan masuk ke kantor jam 22.00 WIB kurang. Kemudian kita luncurkan dua unit ke TKP," kata Agoes.

Menurutnya, kebakaran hanya terjadi di salah satu kamar di lantai dua bangunan. Barang yang terbakar antara lain televisi, AC, laptop, dan sofa.

"Yang terbakar hanya kamar di atas. TV, AC, laptop, sama sofa. Tidak ada korban jiwa," jelasnya.

"Pemiliknya berada di luar. Info awal kejadiannya dari pemilik katanya dari listrik TV, korsleting listrik," lanjutnya.

Petugas Damkar Kota Semarang pun berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke lantai satu maupun ke bangunan lain di sekitarnya.

"Tidak ada hambatan dalam pemadaman, api tidak menyebar karena kanan kiri tembok. Api sempat besar, tapi bisa segera kami tangani," jelasnya.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads