BEM Unnes Ungkap Sosok Mahasiswa yang Dikepung Massa Usai Lecehkan Anjem

BEM Unnes Ungkap Sosok Mahasiswa yang Dikepung Massa Usai Lecehkan Anjem

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 18 Jun 2026 16:22 WIB
Poster
Ilustrasi mahasiswa Unnes diduga melecehkan layanan antar jemput (anjem). Foto: Edi Wahyono
Semarang -

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) terduga pelaku pelecehan verbal terhadap driver antar jemput (anjem), MFA (19), disebut jarang bergaul alias introvert. Ia juga disebut pernah menjadi Duta Genre Kabupaten Jepara 2024.

Presiden BEM Unnes, Septia Linasari, mengatakan beberapa teman pelaku ikut hadir di pengepungan pelaku di kampus tadi malam. Teman pelaku menyebut pelaku sehari-hari jarang berkumpul dengan teman-temannya.

"Kalau sehari-harinya dikatakan dia memang introvert, jarang bergaul walaupun memang ada beberapa teman-teman di sekitar dia," kata Septi saat dihubungi detikJateng, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui dari komentar di video klarifikasi pelaku yang viral di media sosial, disebutkan bahwa pelaku pernah menjadi Juara Berbakat Putra Duta Genre Kabupaten Jepara Tahun 2024. Informasi itu juga sempat dimuat di media mainstream.

ADVERTISEMENT

"Memang asalnya dari Jepara, terkait Duta Genre sepertinya memang benar. Pelaku benar inisialnya FA, dari Ilmu Keolahragaan," kata Septi.

Adapun, pelaku yang berasal dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes itu viral dikepung mahasiswa, Rabu (17/6) tengah malam hingga Kamis (18/6) dini hari tadi. Mulanya, salah satu korban mengirim cuitan di akun menfess di media sosial X.

"Tadi malam itu ada satu korban yang speak up di menfess. Jadi kenapa ada banyak kerumunan di situ, karena publikasinya di menfess, kan banyak orang yang memang aktif di situ dan banyak orang yang live TikTok," jelas Septi.

Mahasiswa Unnes terduga pelaku pelecehan verbal, MFA (19), yang sempat terpilih menjadi Juara Berbakat Putra dalam ajang Duta GenRe Kabupaten Jepara tahun 2024.Mahasiswa Unnes terduga pelaku pelecehan verbal, MFA (19), yang sempat terpilih menjadi Juara Berbakat Putra dalam ajang Duta GenRe Kabupaten Jepara tahun 2024. Foto: dok. Instagram

Awal mulanya, kata dia, korban yang merupakan driver anjem dihubungi oleh pelaku melalui pesan WhatsApp karena berada dalam satu grup anjem. Pelaku disebut berpura-pura menjadi pelanggan anjem.

"Si pelaku ini nge-chat salah satu driver cewek. Awal modusnya nanyain apakah ready anjem atau tidak, tapi lama-kelamaan chat-nya mengarah berbau seksual. Pelaku pura-pura jadi customer aja," ucap Septi.

Setelahnya, korban lantas meminta pelaku untuk bertemu dan meminta maaf kepada korban secara langsung.

"Jadi si pelaku itu memang dijebak korban atau diajak korban untuk ketemu, meminta maaf secara langsung dan melakukan video klarifikasi," ucapnya.

"Cuma karena korban sudah speak up di menfess, jadi teman-teman yang lain pun tahu bahwasanya di jam tersebut ada klarifikasi pelaku pelecehan seksual secara verbal," lanjutnya.

Beberapa mahasiswa yang melihat klarifikasi itu pun melakukan siaran langsung di media sosial, sehingga semakin banyak mahasiswa yang datang.

"Kalau dari TikTok kan biasanya memunculkan live di sekitar mereka. Makanya dari situ mulai massa banyak yang ke ATM Center karena melihat live TikTok, melihat postingan di menfess juga," tuturnya.

Menurutnya, pelecehan yang dilakukan pelaku hingga saat ini teridentifikasi adalah pelecehan verbal. Tadi malam BEM Unnes pun langsung mengondisikan massa agar tidak terjadi kekerasan fisik.

"Itu kan memang spontan, sebelumnya belum ada laporan apapun. Korban tidak pernah melaporkan ke BEM KM ataupun BEM fakultas, makanya dari kita tidak tahu sebelumnya ada kasus seperti ini," tuturnya.

"Kalau dari BEM sendiri kemarin karena masanya sudah banyak banget, kalau pelakunya keluar mungkin akan terjadi kekerasan, pemukulan, dari kita mencoba mengondisikan massa dulu," lanjutnya.

Usai massa kondusif, lanjut Septi, pelaku langsung dibawa ke Polrestabes Semarang. BEM Unnes pun terus mengawal kasus itu. Ia berharap, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Unnes bisa mengusut kasus itu secara maksimal.

"Karena di Unnes sendiri ada satgas PPK, yang berwenang untuk menginvestigasi, untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dari teman-teman BEM KM tugasnya hanya mengedukasi terkait kekerasan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diduga menjadi terduga pelaku pelecehan. Terduga pelaku sempat digeruduk oleh mahasiswa Rabu (17/6) tengah malam.

Saat dimintai konfirmasi, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti mengatakan massa mengepung pelaku yang ada di pos satpam sekitar pukul 23.00 WIB hingga Kamis (18/6) dini hari.

"Kemarin itu ada banyak massa kumpul di Unnes. Jadi demi keamanan pelaku, pelaku diamankan. Sudah di sini (di Polrestabes Semarang), masih proses klarifikasi," kata Sriniti saat dihubungi detikJateng, Kamis (18/6).

"(Pelaku mahasiswa Unnes angkatan berapa?) Infonya semester 2 kalau nggak salah, masih baru. Masih proses," lanjutnya.



(apu/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads