Eks kiper Persiku Kudus, Nuri Agus Wibowo sempat menghilang dan dicari oleh keluarganya. Setelah lebih dari sepekan, Nuri diketahui berada di Bantul, Jogja.
Meski sudah ditemukan, pihak keluarga membiarkan Nuri tetap berada di Bantul. Hal itu demi memberikan ketenangan kepada Nuri.
Kakak Nuri, Barep Wahyudi, mengatakan adiknya memang sempat depresi karena ketika pulang ke Karanganyar mengalami kecelakaan dan cedera. Selain itu Nuri juga cedera saat berlaga di Liga 2 melawan Persiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pascaoperasi dia masih masa pemulihan, dibilangi dokter 4-5 bulan. Mungkin Nuri dibilangi dokter itu langsung drop, tidak mau besar hati. Harusnya kan momen seperti ini bisa ia manfaatkan untuk istirahat, untuk pemulihan cedera, dan harus besar hati," kata Barep kepada awak media di Karanganyar, Jumat (13/6/2026).
Dikatakan Barep, adiknya memang sering kepikiran dengan cedera yang dideritanya. Apalagi, kompetisi tengah libur dan dia tidak bisa mendapat tambahan penghasilan melalui pertandingan antarkampung (tarkam).
"Setelah dia ditabrak motor itu, dia seperti depresi dan kepikiran terus pekerjaannya seperti apa," ucapnya.
Hilang Sejak 8 Juni 2026
Kabar hilangnya Nuri beredar di media sosial. Kakak Nuri, Barep Wahyudi, mengatakan adiknya pergi dari rumahnya di Karanganyar pada Senin (8/6) sekitar pukul 09.30 WIB. Namun Nuri tidak membawa ponsel, pakaian, dan juga tidak berpamitan.
Dari ojek online yang sempat dipesan Nuri, Barep mendapat informasi adiknya diturunkan di kawasan Purwosari, Solo. Dia kemudian menelusuri setiap hotel, agen travel, hingga Stasiun Purwosari.
Pada Rabu (9/6), dari salah satu travel yang dia datangi, Barep diberi tahu adiknya berangkat ke Temanggung.
"Dia berangkat tanggal 9 sekitar pukul 11.00 WIB. Saya track ternyata ke Temanggung. Saya langsung menghubungi teman-teman saya di sana untuk mencari," terangnya.
Terpantau di Magelang
Saat melakukan perjalanan ke Temanggung, ternyata Nuri menghampiri temannya yang pernah sama-sama bermain di Madura United. Barep langsung meluncur ke Temanggung.
"Dia mengatakan dua hari di tempatnya, dan memang tidak bawa HP karena ingin refreshing. Kebetulan temannya itu juga cedera mau terapi ke arah Magelang. Nuri ikut, tapi minta diturunkan di pinggir jalan dekat Artos," jelasnya.
Teman Nuri mengira Nuri membawa ponsel dan hanya ingin jalan-jalan saat minta diturunkan dari motor. Tapi setelah itu keberadaan Nuri tidak diketahui.
Ada di Bantul
Penantian keluarga membuahkan hasil setelah ada kabar Nuri berada di Bantul. Barep menyebut ada teman yang menyadari Nuri di sana.
"Setelah berkelana 8-9 hari ini, sudah ada titik temu di daerah Bantul, Jogja. Kebetulan, yang menemukan pertama teman saya," kata Kakak Nuri, Barep Wahyudi, saat dihubungi awak media, Selasa (16/6/2026).
"Masih di area Bantul, sudah tak suruh teman psikolog untuk mendampingi biar aman, tenang, dan coolingdown. Dia butuh tenang katanya saat ini," imbuhnya.
Barep mewakili keluarga juga menyampaikan permohonan maafnya atas kegaduhan yang terjadi akibat adiknya sempat pergi dari rumah tanpa kabar.
Dia memastikan adiknya pergi dari rumah tidak berkaitan dengan hal negatif yang dilakukan. Namun murni untuk menenangkan diri karena tengah terguncang akibat cedera yang tengah diderita.
"Saya pribadi mewakili keluarga Nuri meminta maaf atas kegaduhan yg selama ini beredar di media sosial. Dan berterima kasih atas atensi, dan doa-doa baik teman-teman semuanya. Semoga kejadian ini dapat menjadikan hikmah yang baik di kemudian hari, maturnuwun," pungkasnya.
