Sering Jadi Guyonan, Ini Cerita di Balik Nama Dusun Pentil Rembang

Sering Jadi Guyonan, Ini Cerita di Balik Nama Dusun Pentil Rembang

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Minggu, 14 Jun 2026 07:00 WIB
Pasar di Dusun Pentil di Rembang
Pasar di Dusun Pentil di Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Nama Dusun Pentil di Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, kerap mengundang senyum orang yang baru pertama kali mendengarnya. Sebagian menganggapnya lucu, sebagian lagi menjadikannya bahan guyonan karena diasosiasikan dengan puting payudara. Padahal, di balik nama yang itu, tersimpan cerita perjuangan warga di masa lalu.

Dusun Pentil merupakan satu dari enam dukuhan yang ada di Desa Gunungsari. Bersama Dukuh Gobog, Nganguk, Mulo, Pendem, dan Ngumpleng, nama itu telah melekat sejak zaman para leluhur dan masih dipertahankan hingga sekarang.

Perangkat Desa Gunungsari, Sumijan, menuturkan asal-usul nama Pentil tidak berkaitan dengan makna yang kerap diasosiasikan masyarakat saat ini. Menurut cerita para orang tua terdahulu, nama tersebut lahir dari kondisi masyarakat pada masa lampau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu diceritakan kalau orang sini berdagang atau usaha itu sulit berkembang. Kalau sudah mulai besar selalu ada kendala," kata Sumijan kepada detikJateng, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, para leluhur kemudian mengibaratkan keadaan tersebut seperti buah yang baru tumbuh. Dalam bahasa Jawa, buah yang masih kecil disebut "pentil". Ketika usaha warga mulai berkembang, kondisinya seolah kembali ke titik awal dan tidak pernah benar-benar membesar.

ADVERTISEMENT

"Diibaratkan seperti tanaman yang mau berbuah. Sudah pentil, tetapi tidak bisa berkembang besar, lalu seperti pentil lagi. Begitu terus. Dari situ kemudian disebut Pentil," ujarnya.

Nama itu bertahan hingga sekarang meski kerap menjadi bahan candaan. Sumijan mengaku sejak kecil sudah terbiasa mendengar guyonan dari teman-temannya yang berasal dari luar desa.

Menurutnya, dahulu ada ejekan yang cukup populer di kalangan anak-anak sekolah, yakni "Nganguk-Pentil Sewu (mengintip pentil, seribu)". Sebutan itu merujuk pada dua dukuh yang berada di Desa Gunungsari.

"Kalau saya tidak apa-apa. Warga juga sudah terbiasa. Itu cuma bercanda saja," katanya sambil tersenyum.

Meski kerap menjadi bahan lelucon, warga tidak pernah berpikir untuk mengubah nama dusun tersebut. Bagi mereka, nama Pentil merupakan warisan leluhur yang harus dijaga.

"Sudah dari nenek moyang dulu. Tidak ada usulan ganti nama," imbuh Sumijan.

Menariknya, di balik nama yang unik itu terdapat sebuah tradisi yang hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat. Di Dusun Pentil terdapat pasar tradisional yang telah ada sejak lama dan dikenal warga sekitar sebagai Pasar Pentil.

Pasar itu bukan sekadar tempat transaksi jual beli. Bagi sebagian warga, Pasar Pentil memiliki nilai simbolis yang berkaitan dengan ritual nazar atau kenduri.

Menurut Sumijan, seseorang yang memiliki hajat tertentu terkadang bernazar akan menggelar kenduri apabila keinginannya terkabul. Salah satu syarat yang dipercaya turun-temurun adalah menggunakan jajanan pasar yang dibeli dari Pasar Pentil.

"Ada yang kendurinya di lokasi pasar, ada juga yang di rumah. Tetapi berkat atau ambengnya menggunakan jajan pasar dari Pasar Pentil," jelasnya.

Tradisi tersebut, kata dia, telah berlangsung sejak lama dan tidak hanya dilakukan warga Gunungsari, tetapi juga masyarakat dari desa-desa sekitar.

Cerita serupa disampaikan warga Desa Babadan, Kecamatan Kaliori, Masudi. Ia mengaku keluarganya pernah menjalankan nazar yang berkaitan dengan Pasar Pentil.

"Ibu saya pernah bernazar, kalau punya menantu akan mengadakan kenduri dengan jajan pasar dari Pasar Pentil. Memang kepercayaan warga sekitar seperti itu," tutur Masudi.

Desa Gunungsari berada di wilayah Kecamatan Kaliori. Di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sukorejo dan Tlogotunggal, Kecamatan Sumber. Sebelah barat berbatasan dengan Desa Kuangsan, Pengkol, dan Babatan, Kecamatan Kaliori.

Sementara di utara berbatasan dengan Desa Waru dan Sendangagung, Kecamatan Rembang, sedangkan di timur berbatasan dengan Desa Sendangagung, Kecamatan Rembang dan Karangsari, Kecamatan Sulang.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads