Polisi Terima Hasil Labfor Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas di Temanggung

Polisi Terima Hasil Labfor Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas di Temanggung

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Rabu, 10 Jun 2026 16:47 WIB
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, Rabu (10/6/2026).
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, Rabu (10/6/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Polisi menyebut hasil uji laboratorium forensik (labfor) terkait kasus tewasnya mahasiswa UGM sekeluarga saat kamping di Posong, Temanggung, sudah ada. Polisi masih mendalami hasil tersebut dan menyesuaikannya dengan keterangan saksi-saksi.

"Hasil itu (labfor) sudah ada, secara awal sudah ada. Namun tidak kita sampaikan dulu secara umum," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Artanto di Mako Dit Reskrimsus Polda Jateng, Rabu (10/6/2026).

Artanto mengatakan, kepolisian masih harus melakukan sinkronisasi, termasuk pencocokan terhadap keterangan para saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena kita harus menyesuaikan dengan keterangan saksi-saksi yang lain. Kalau keterangan ini sinkron semua, sudah sesuai, berarti kita kan menyampaikan ke media kan pas," ujar Artanto.

Salah satu hasil awal yang sudah diterima pihaknya dari labfor yakni terkait toksikologi. Menurut Artanto, informasi awal itu dipakai untuk mempercepat proses penyelidikan polisi.

ADVERTISEMENT

"Salah satunya adalah hasil toksikologi itu kan ada informasi awal yang kita terima. Informasi awal itu untuk mempercepat kita melakukan proses penyelidikan," tutur Artanto.

"Kalau kita menunggu resmi-resmi kan lambat proses penyelidikannya. Minimal dari awal itu 'Pak, informasi awal sudah ada. Bapak bisa melakukan pendalaman lagi terhadap keterangan ini ini ini'. Kan itu untuk mempermudah kita akan proses penyelidikan," tambahnya.

Artanto menjelaskan, kepolisian telah melakukan rapat internal terkait kasus ini. Pihaknya masih perlu melakukan pendalaman termasuk terkait bagaimana sekeluarga yang terdiri dari empat orang itu saat kamping, agar penyebab kematian dapat diketahui secara pasti.

"Pihak Polres bekerja sama dengan Polda dalam hal ini di back up oleh DVI, kemudian dari labfor, kemudian kita kemarin sudah melaksanakan rapat internal tentang perkembangan hasil pemeriksaan di lapangan maupun penyelidikan maupun hasil yang lain," ungkap Artanto.

"Dan hasil sementara rapat kita yaitu perlu pendalaman-pendalaman terhadap hasil yang telah kita lakukan. Contohnya pada saat pengujian labfor, ini kita perlu pendalaman lagi bagaimana pada saat kegiatan keluarga tersebut sedang melaksanakan kamping. Ini harus dilakukan pendalaman sehingga labfor dengan hasilnya akan sinkron bahwa penyebab kematian adalah apa begitu," imbuhnya.

Artanto belum merinci kapan kepolisian akan mengungkap penyebab kematian korban. Ia hanya menyampaikan bahwa hal itu akan disampaikan langsung kepada awak media di Polda Jawa Tengah.

"Nanti dalam waktu dekat kita segera rilis. Polda, rilis Polda," ujar Artanto.

Diberitakan sebelumnya, empat orang sekeluarga itu ditemukan petugas di dalam tenda di lokasi wisata saat hendak mengingatkan untuk check out pada Rabu (27/5) sore. Karena tak mendapat respons, petugas itu membuka pintu tenda kamping dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.

Keempat korban ialah Muhammad Ali Munawar (52) dan istrinya Maghfirah (43), beserta dua putranya, Alvino Evan Hakim (17) dan Bagas Amar Hakiki atau BAH (21), mahasiswa UGM. Mereka sekeluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Jenazah keempat korban sudah dimakamkan di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5) lalu.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads