Seorang pria warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial NNA dihajar massa usai diduga terlibat dalam aksi pencurian uang milik pedagang di Pasar Muntilan, Magelang. Adapun dua rekannya sesama WNA Iran berhasil kabur.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (8/6) kemarin. Dugaan pencurian tersebut dilakukan kedua rekannya, DAS (50) dan FA (37), sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat kejadian, dua rekannya bisa kabur. Sedangkan NNA diamankan warga dan sempat jadi bulan-bulanan massa. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Muntilan. Kemudian NNA dibawa menuju RSUD Muntilan untuk mendapatkan perawatan.
"Kemarin ada laporan 110 sekitar pukul 11.00, Senin (8/6), di wilayah Muntilan. Seorang WNA dari Iran kebetulan diamankan oleh warga di Pasar Muntilan," kata Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto kepada wartawan di Lobi Polresta Magelang, Selasa (9/6/2026).
"Yang bersangkutan kedapatan bersama temannya itu mencuri uang pedagang di Pasar Muntilan. Dan setelah diamankan yang bersangkutan dibawa ke RSUD Muntilan. Dari hasil pemeriksaan perawatan medis, cukup perawatan pertama di IGD RSUD Muntilan, dan dilimpahkan ke Polresta Magelang," sambung Toyib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik Reskrim Polresta Magelang kemudian berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Wonosobo. Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap korban pedagang snack berinisial FY maupun saksi lainnya.
"Penyelidikan faktanya orang berinisial NNA, dari hasil keterangan korban maupun saksi-saksi, memang status masih sebagai saksi. Sementara untuk temannya, DAS dan FA, masih dalam upaya pencarian," ujar Toyib.
"Awal mulanya DAS ini datang bersama (FA) dengan NNA. Kemudian DAS aktif komunikasi dengan korban, pertama mau membeli sarimi. Karena keterbatasan komunikasi bahasa, hanya bilang tukar, tukar. Ini yang dianggap oleh korban bermaksud mau tukar uang. Kemudian korban mengeluarkan uang dari tasnya. DAS ini memilih-milih uang yang baru (pecahan Rp 100 ribu), ternyata dia mengambil uang tersebut dan sempat dimasukan ke kantong," imbuhnya.
Saat itu korban langsung mengambil balik uangnya dan berteriak maling. Mereka bertiga lari, tapi NNA berhasil diamankan massa.
"Sampai dengan sekarang korban belum bisa menerangkan (jumlah) uang yang berhasil diambil DAS," kata Toyib.
"(Hasil pemeriksaan) Fakta di lapangan, NNA pada waktu terjadi ini justru aktif komunikasi dengan saksi yang ada di TKP. DAS ini komunikasi dengan korban, kemudian si NNA kebetulan di situ ada satu orang saksi inisial Y. Jadi belum tergambar bahwa dia (NNA) turut serta membantu terjadi peristiwa pidana pencurian tersebut," ujarnya.
Terancam Deportasi
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kelas II Non TPI Wonosobo, Suwandono, mengatakan ketiga WNA Iran itu datang bersamaan dengan penerbangan yang sama.
"Tempat Imigrasi yang sama yakni Denpasar dari Ngurah Rai. Untuk kedatangan dapat dipastikan mereka bersamaan. Tetapi, apakah mereka satu komplotan atau apa itu masih pendalaman," kata Suwandono.
"Dari kami selanjutnya dilakukan pendalaman. Apakah memang benar si NNA ini melakukan tindakan mengganggu ketertiban umum atau tindakan lainnya karena pidana umum, tapi tidak menutup kemungkinan masuk ke pelanggaran keimigrasian," sambungnya.
Suwandono mengatakan, setelah diserahkan kepada Imigrasi, NNA akan diperiksa lebih lanjut.
"Jadi ada dua tindakan, memang kalau implikasi ke tindakan keimigrasian mungkin agak kecil karena masuk ke pidana umum, pencurian. Cuman kami ada tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi seperti itu dan pencekalan," bebernya.
"Tapi, menimbang ini masih proses jadi kami akan melakukan pendalaman dulu seperti apa tindakan dari NNA ini. Untuk saat ini, kami edaran terbaru memang (ada batasan waktu) 7 hari, 7 x 24 jam kita harus menetapkan. Terus, apabila masih berlanjut menitipkan ke rumah detensi Imigrasi di sana akan menunggu proses pemulangan," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Suwandono, NNA memegang visa wisata. Ia dan rekannya datang ke Indonesia dari Malaysia.
"Mereka turis, kunjungan wisata dan lainnya. Jadi tidak ada kegiatan kunjungan lainnya. Dia tercatat di perlintasan itu justru ke Indonesia dari Malaysia," katanya.
"(Perjalanan dari Bali ke Magelang) Ini yang kita dalami dulu. Karena terinfo juga bahwa mereka ini menggunakan kendaraan. Kita juga masih koordinasi dibantu pihak Polresta untuk kendaraan itu didapatkan dari mana, kita masih mendalami. Takutnya benar dari darat (jalur darat) atau mungkin pesawat domestik atau kereta, kita tidak tahu. Yang jelas, kita sudah meminta informasi juga bantuan dari pusat untuk mendeteksi dari laporan-laporan hotel dan penginapan lain," pungkasnya.
(dil/ahr)
