Sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Solo berhenti beroperasi karena pencairan anggaran yang terlambat. Keterlambatan pembayaran diduga karena adanya gangguan pada sistem pembayaran.
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Solo, Priyo Widyastoko mengatakan pencairan dilakukan pada hari ini. Ia mengatakan, pada Senin (8/6) siang, sudah 10 SPPG yang mulai dicairkan.
"Memang per hari ini kan ada 20 SPPG, sekitar kurang lebih 20 SPPG yang belum cair. Tapi di hari ini juga, itu semua sudah pencairan rata-rata. Siang tadi udah separo (setengah yang cair), sore belum cek lagi," kata Priyo dihubungi awak media, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, penundaan sistem ini baru dirasakan sejak Jumat pekan lalu hingga Senin pagi ini. Hal tersebut sempat membuat aktivitas pelayanan di 20 SPPG Kota Solo mandek karena pengelola kehabisan biaya operasional harian.
"Untuk jalan minggu ini kan belum ada pencairan gara-gara mungkin sistem lah, ada keterlambatan. Nah, dari BGN pun menjanjikan hari ini sudah pencairan semua," terangnya.
Priyo mengungkapkan bahwa kendala tersebut murni disebabkan oleh adanya keterlambatan pada sistem operasional. Menurutnya, penundaan ini baru terjadi sejak hari Jumat pekan lalu dan berlanjut hingga awal minggu ini.
"Sebenarnya hari Jumat kemarin masih jalan. Berhubung pencairan dari BGN itu jadwalnya kalau bukan hari Kamis ya hari Jumat untuk operasional minggu ini. Nah, kebetulan untuk minggu ini memang belum ada pencairan karena ada keterlambatan sistem," terangnya.
Ditanya mengenai rincian nominal dan daftar SPPG mana saja yang sudah menerima dana, pihaknya menyebut masih melakukan pendataan dan rekapitulasi secara berkala.
"Kita baru pendataan, istilahnya voting data untuk mengecek nominal mana yang sudah cair dan mana yang belum. Jadi untuk nama-nama SPPG-nya belum kelihatan semua, tapi intinya hari ini sudah ada pencairan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas MBG Kota Solo, Purwanti, mengatakan dengan adanya keterlambatan pendanaan maka beberapa dapur berhenti beroperasi.
"Mulai Senin ini, Senin ini. Hari ini tidak beroperasionalnya kan mulai Senin ini," ucapnya.
Purwanti menjelaskan bahwa operasional SPPG menggunakan sistem dana bergulir. Di mana setiap SPPG awalnya diberikan modal operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN), yang kemudian harus dipertanggungjawabkan sebelum dana termin berikutnya ditransfer kembali.
"Lah, ini yang sudah dipertanggungjawabkan ini kan seharusnya segera kembali dialiri uang, ditransfer uang. Kemarin karena pengajuan itu antre, jadi mengalami keterlambatan," jelasnya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk mengupdate perkembangan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Nah, kalau itu kan urusannya PKN ya, bukan dari APBD. Dan itu pendanaan nanti kita serahkan. Tapi saya intens sekali hari ini komunikasi dengan Bu Nanik, Kepala Badan, meng-update perkembangan MBG di Kota Solo. Saya banyak ngasih masukan ke beliau," ucapnya.
Selain penundaan pembayaran, Respati mengatakan ada 8 SPPG yang kena suspend karena tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari 8 SPPG, 4 Dapur yang berkomitmen memenuhi fasilitas IPAL.
"Ya, kemarin dari Satgas sudah menyampaikan ada delapan yang di-suspend dan kita minta untuk memenuhi izin-izinnya, terkait lingkungan terutama, dan kehigienisan dari dapur. Jadi nanti
ketika sudah berjalan dengan baik, nanti kami akan buka kembali. Dan hari ini sudah ada empat yang komitmen dan empat yang belum memenuhi. Intinya kami menyerahkan komitmen dari SPPG sehingga pelayanan tidak terganggu ke depannya," pungkasnya.
Simak Video "Video: Kejagung Tangkap 3 Eks Pimpinan BGN"
(apl/aku)