Polisi masih menyelidiki kasus kematian sekeluarga berjumlah 4 orang yang ditemukan saat kamping di Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Penyidik dari Polres Temanggung masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah (Jateng), sembari memeriksa puluhan orang saksi.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan saksi yang sudah dimintai ada 23 orang. Para saksi yang dimintai keterangan antara lain dari keluarga korban, teman-temanya, guru dan lainnya.
"Untuk saksi sudah tambahan dari keluarga korban, dari teman-teman korban, ada dari gurunya yang sudah kita periksa (jumlahnya) 23," kata Komang saat dihubungi detikJateng, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dari keterangan-keterangan tambahan, tidak ada yang menyebutkan bahwa korban mengalami depresi, korban mengalami permasalahan yang menonjol tidak ada," sambung Komang.
Komang menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan keluarga internal korban, tidak ditemukan adanya kejanggalan.
"Jadi untuk permasalahan keluarga intern pun sendiri kami tidak menemukan adanya kejanggalan atau indikasi keluarga tersebut bermasalah. Kemungkinan kalau lancar, hari Senin sudah bisa dirilis (hasil keluar)," ujarnya.
"Pokoknya hasil kita menunggu surat resmi, hasil resmi dari Labfor," tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat orang sekeluarga itu ditemukan petugas di lokasi wisata saat hendak mengingatkan untuk check out pada Rabu (27/5) sore. Karena tak mendapat respons, petugas itu membuka pintu tenda kamping dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.
Keempat korban ialah Muhammad Ali Munawar (52) dan istrinya Maghfirah (43), beserta dua putranya, Alvino Evan Hakim (17) dan Bagas Amar Hakiki atau BAH (21). Mereka sekeluarga asal Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Jenazah keempat korban sudah dimakamkan di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5) lalu.
(apu/ahr)
