Kecelakaan maut terjadi di seberang Lidulapa Bawen, Jalan Raya Bawen-Ungaran, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Truk tangki diduga mengalami rem blong hingga menghajar tiga kendaraan dan dua kios sebelum tercebur ke selokan sedalam sekitar 3,5 meter. Seorang pemotor tewas akibat peristiwa ini.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Semarang, Iptu Handriani mengatakan peristiwa ini terjadi pada Jumat (29/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Kejadian bermula saat truk tangki tanpa muatan bernomor polisi H-8945-DA berjalan dari arah Bawen menuju ke arah Ungaran.
"Saat di turunan Bawen, sekitar 300 meter sebelum lokasi kejadian, pihak pengemudi truk merasa rem sudah tidak berfungsi," kata Handriani dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Handriani menjelaskan pengemudi truk lalu mencoba membanting stir ke arah jalur lambat. Mobil besar itu kemudian menghajar 3 kendaraan, serta menghantam 2 kios sebelum akhirnya tercebur ke selokan sedalam kurang lebih 3,5 meter.
"Sempat dilakukan penyisiran guna memastikan apakah ada korban lain, mengingat truk menabrak sebuah kios tambal ban dan warung lalu masuk ke dalam selokan," terang Handriani.
Lebih lanjut, Kasat Lantas Polres Semarang, Iptu Raymond Daniel Titaheluw merinci bahwa 3 kendaraan itu terdiri dari 1 unit mobil dan 2 sepeda motor. Ia menduga kecelakaan terjadi karena truk mengalami gagal fungsi pengereman.
"Truk tangki diduga mengalami gagal fungsi rem hingga menabrak mobil Toyota Avanza H-1196-TX, sepeda motor Honda Beat H-4208-ASG, dan sepeda motor Honda Vario H-2289-ZC," kata Raymond.
Raymond menjelaskan bahwa truk tangki itu dikendarai oleh Moh Shofiadi (39), warga Tanjung Mas, Kota Semarang. Satu orang pengendara motor dilaporkan tewas dalam kejadian ini.
"Korban atas nama Soni Setyanto (43), pengendara Honda Beat warga Pudakpayung, Banyumanik, Kota Semarang. Mengalami luka pada telapak tangan kanan, nyeri gerak pada tangan kiri, dan nyeri pada bagian dada meninggal dunia," ungkap Raymond.
Raymond menyampaikan bahwa pengendara Honda Vario bernama Adi dan pengemudi Toyota Avanza bernama Achmad Fauzi (32) selamat dan tidak mengalami luka.
Sementara itu, pengemudi truk, Muh Shofiadi membenarkan bahwa rem kendaraannya tidak berfungsi. Ia sempat membunyikan klakson sebelum kecelakaan terjadi.
"Saat setelah Hortimart dan jalan mulai menurun, saya mencoba melakukan pengereman namun sudah tidak berfungsi, lalu saya konsentrasi untuk membanting stir ke kiri sambil membunyikan klakson, dan menabrak kios ban dan warung lalu masuk ke dalam selokan," kata Shofiadi.
Satu unit derek dikerahkan Sat Lantas Polres Semarang untuk melakukan evakuasi truk dari dalam selokan. Proses evakuasi kendaraan selesai pada Sabtu (30/5) pukul 00.55 WIB.
