Insiden menghebohkan terjadi di gedung Lawang Sewu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Seorang pria membawa senjata tajam (sajam) jatuh dari lantai dua gedung.
Pantauan detikJateng sekitar pukul 18.40 WIB, tampak ambulans sudah berada di halaman angkringan Lawang Sewu. Sementara seorang laki-laki sudah dimasukkan ke dalam ambulans.
Tampak ada bekas darah di lantai halaman Lawang Sewu. Pihak kepolisian telah berada di lokasi membawa senjata tajam yang diduga dibawa korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang wisatawan, Safira (18), mengaku insiden itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu dirinya tengah berada di halaman Lawang Sewu, menunggu jemputan bersama teman-temannya.
"Kita lagi duduk-duduk terus dengar ada orang teriak, terus ternyata orang jatuh dari lantai dua. Kita nggak tahu dia jatuh atau kesurupan, saya kurang tahu," kata Safira kepada detikJateng di Lawang Sewu, Jumat (29/5/2026).
Ia menyebut, korban langsung dikerumuni para pengunjung dan pelaku UMKM yang tengah bersiap-siap di dalam angkringan Lawang Sewu.
"Korbannya terus disamperin sama orang-orang. Pas kita lihat ke sana udah digerombolin. Tapi suara teriakannya kencang banget," tuturnya.
Salah satu saksi mata, Nimas (20), juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, korban telah membayar Rp 50 ribu untuk masuk ke dalam gedung Lawang Sewu itu.
"Saya dengar ada suara 'brug', saya kira kucing, ternyata manusia. Katanya dia juga bawa alat buat nusuk, kayak keris atau pedang gitu," ucapnya.
"Kayaknya mau uji nyali tapi gagal, terus paling bunuh diri. Mungkin kayak untuk ritual saya nggak tahu. Waktu jatuh pedangnya sudah terlempar," lanjutnya.
Ia mengatakan, saat itu terdapat orang meninggal di sekitar Lawang Sewu sehingga ambulans langsung datang dengan cepat. Sementara korban berada di atas gedung sendirian.
Diduga Terpeleset
Dimintai konfirmasi, Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, jajaran kepolisian masih melakukan pendalaman.
"(Benar ada orang lompat di Lawang Sewu?) Oh njih. (Korban) 1 orang, patah kaki. (Apakah bunuh diri?) Masih pendalaman," kata Sugito melalui pesan singkat kepada detikJateng.
"(Korban terjatuh) Karena terpeleset, warga Kalimantan, makanya bawa mandau khas Dayak. Inisial korban HA," lanjutnya.
Ia mengatakan, korban yang saat itu sendiri itu terpeleset dari lantai dua gedung. Sementara untuk senjata tajam yang dibawanya, pihak kepolisian belum bisa meminta keterangan korban.
"(Apakah betul uji nyali?) Nggak, terpeleset. (Sajamnya untuk apa?) Masih penyelidikan belum bisa dimintai keterangan," tuturnya.
